English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Coretan penaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan penaku. Tampilkan semua postingan

Upaya Pendidikan Untuk Indonesia

Upaya Pendidikan Supaya Generasi muda tidak asing dengan budaya indonesia
Oleh Joni Arisandi
12505244038

Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai kebudayaan yang sangat beraneka. Karena keanekaragaman tersebutlah indonesia menjadi daya tarik bagi bangsa lain untuk mengetahuinya bahkan tidak sedikit mereka juga mempelajarinya karena selain beraneka ragam budaya Indonesia dikenal sangat unik. Budaya juga merupakan identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga serta perlu dilestarikan agar kebudayaan kita tidak hilang dan bisa menjadi warisan anak cucu kita kelak. Hal ini tentu menjadi tanggungjawab para generasi muda dan juga perlu dukungan dari berbagai pihak, karena ketahanan budaya merupakan salah satu Identitas suatu bangsa.
Generasi muda kita sendiri sedikit yang mau mempelajari kebudayaannya sendiri. Mereka-mereka lebih tertarik akan kebudayaan asing yang dimata mereka dipandang lebih modern. Sehingga banyak dari kebudayaan kita ini mulai memudar akan kelestariannya. Padahal justru banyak dari pihak-pihak asing sangat mengagumi akan kebudayaan kita. Terlebih sekarang ini ada dari pihak asing yang kini telah mengakui dan mengklaim kebudayaan asli kita sebagai kebudayaan dari mereka. Tentu hal ini tidak bisa kita biarkan. Perlu adanya peningkatan akan peran-peran kebudayaan tiap daerah dalam mempertahaan kan kautuhan dan ketahanan kebudayaan bangsa kita ini. Sehingga bangsa kita tetap menjadi bangsa yang utuh dan kuat yang kaya akan kebudayaan. Sehingga tak ada satu pihakpun dari negara asing yang berani mengklaim dan mengakui kebudayaan kita sebagai kebudayaannya.
Untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pengelola budaya, salah satu hal yang dilakukan adalah dengan jalur pendidikan, baik bagi pihak pemerintah, masyarakat dan pihak-pihak yang terkait dengan budaya itu sendiri. Pendidikan ini tidak hanya berdampak bagi peningkatan kompetensi sumber daya manusianya, tetapi juga membangun kreatifitas yang berdampak pada pengembangan sumber daya budaya itu sendiri, sehingga mampu mewujudkan jati diri dan ‘bersaing’ dalam sistem global.
Oleh karena itu kita sebagai generasi muda dan khusus nya calon pendidik generasi muda harus mampu mengaitkan pelajaran dengan kebudayaan. Terdapat berbagai cara untuk memperkenalkan dan menanamkan budaya terhadap generasi muda antara lain sebagai berikut :
1.    Memperkenalkan dengan cara bermain alat musik daerah
Bermain musik bersama adalah salah satu cara yang di gunakan oleh guru  untuk memperkenalkan alat musik tradisional yang ada di Indonsia. Mereka mengajari dengan sabar dan secara perlahan supaya siswa tersebut mengetahui dengan benar, mereka juga memberi informasi tentang asal dari alat musik tersebut. Kegiatan ini biasa dilakukan dalam ekstrakulikuler siswa atau pun menjadi salah satu mata pelajaran. Dengan kegiatan tersebut siswa diharapkan mampu mengetahui alat musik tradisional yang ada di Indonesia sebagai salah satu kebudayaan yang patut di lestarikan. Kegiatan tersebut lebih menarik dan berkesan dibandingkan siswa mendapat teorinya saja.

2.    Memperkenalkan dengan cara mengunjungi galeri seni
Mengunjungi galeri seni merupakan kegiatan yang bisa dilakukan untuk memperkenalkan kebudayaan kepada siswa. Kegiatan ini sekaligus dapat menjadi kegiatan tour, sehingga siswa tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut dan sekaligus bisa memperkenalkan kebudayaan – kebuadayaan yang ada di tempat tersebut.

3.    Menonton wayang bersama
Jika waktunya memungkinkan sekali-kali dalam kegiatan sekolah di adakan nonton wayang bersama dengan dampingan guru. Sehingga seusai menonton siswa dapat menjelaskan kembali isi pementasan tersebut. Di harapkan siswa bisa mengambil inti dari pementasan tersebut. Dengan kegiatan ini siswa dapat mengetahui kebudayaan yang ada di Indonesia, khususnya Jawa.

4.    Mengajarkan seni tari
Mengajarkan seni tari adalah kegiatan yang sangat menarik karena di Indonesia ini hampir setiap daerah memiliki tarian masing -  masing dan tidak kalah menarik dan keren. Pihak sekolah dapat mendatangkan guru khusus yang mengajarkan siswa tarian daerah. Hal ini dapat memperkenalkan dan mengajarkan mereka tentang kebudayaan. Secara tidak langsung mereka dapat meletarikan kebudayaan nya sendiri. Kegiatan belajar seni tari tradisional ini mungkin bisa di gabungkan dengan tarian modern seperti saat ini, hal tersebut dapat mudah menarik perhatian siswa.

5.    Mengajarkan dan memperkenalkan aksara jawa
Aksara jawa saat ini tidak hanya dikenal di Indonesia, tapi juga mancanegara. Karena tulisan nya yang unik, sehingga tidak banya orang yang paham dengan tulisan tersebut. Di sekolah mulai jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas mempelajari aksara Jawa khususnya di pulau jawa. Namun banyak juga yang tidak memahaminya. Seiring perkembangan teknologi yang semakin canggih saat ini sudah tersedia aplikasi komputer yang dapat di gunakan untu latihan menulis aksara jawa, sehingga tidak hanya belajar dengan buku. Kita tinggal mengetik saja aksara jawa atau kalimat dalam tulisan latin kemudian di alihkan ke dalam tulisan yang kita inginkan. Jadi tidak pusing-pusing kita menulis aksara jawa secara manual. Semakin dipermudah untuk mempelajari kebudayaan Indonesia.
Menurut Saya dengan berbagai cara tersebut dapat diharapkan guru mampu memperkenalkan kebudayaan yang beraneka ragam yang ada di Indonesia terhadap siswa nya. Sehingga kebudayaan Indonesia tetap utuh , tidak di ambil oleh negara lain, dan generasi muda dapat melestarikan kebudayaan tersebut.


Potret Pendidikan di Indonesia

Potret Pendidikan di Indonesia
Oleh Joni Arisandi

Pendidikan merupakan hal yang penting untuk memajukan suatu bangsa, seperti saat kota Hiroshima dan Nagasaki di jepang di bom hal pertama yang dilakukan pemerintah pertama kali disana adalah mengumpulkan dan mencari keberadaan seorang guru. Dapat dilihat betapa saat itu mereka sangat mementingkan pendidikan.
Di Indonesia hal yang kurang dalam pendidikan menurut saya adalah Efisiensi pengajaran indonesia. Seperti mahalnya biaya pendidikan dan waktu yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Dalam hal mahalnya biaya pendidikan, tentu jika diukur dengan biaya pendidikan di negara lain biaya pendidikan di indonesia lebih murah. Namun mengapa pendidikan indonesia tebilang mahal? ya memang karena rata-rata penghasilan rakyat indonesia yang masih rendah.
Di sekolah dasar negeri, memang benar jika sudah diberlakukan pembebasan biaya pengajaran, nemun peserta didik tidak hanya itu saja, kebutuhan lainnya adalah buku teks pengajaran, alat tulis, seragam dan pengalaman pribadi hal itu diwajibkan oleh pendidik yang bersangkutan. Yang mengejutkanya lagi, ada pendidik yang mewajibkan les kepada peserta didiknya, yang tentu dengan bayaran untuk pendidik tersebut.
Selain masalah mahalnya biaya pendidikan di Indonesia, masalah lainnya adalah waktu pengajaran. Dalam pendidikan formal di sekolah menengah misalnya, ada sekolah yang jadwal pengajarnnya perhari dimulai dari pukul 07.00 dan diakhiri sampai pukul 16.00.. Hal tersebut jelas tidak efisien, peserta didik yang mengikuti proses pendidikan formal yang menghabiskan banyak waktu tersebut, banyak peserta didik yang mengikuti lembaga pendidikan informal lain seperti les akademis, bahasa, dan sebagainya. Jelas juga terlihat, bahwa proses pendidikan yang lama tersebut tidak efektif juga, Karena peserta didik akhirnya mengikuti pendidikan informal untuk melengkapi pendidikan formal yang dinilai kurang.
Sepert itulah kira-kira gambaran pendidikan di indonesia yang masih banyak PR untuk diperbaiki supaya lebih baik kedepannya.


Potret Nasionalisme di masa Sekarang


Potret Nasionalisme Masa Sekarang

            Potret nasionalisme di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan kenapa karena sekarang bisa dihitung dengan jari orang yang sungguh-sungguh mencintai bangsanya kebanyakan mereka lebih mencintai diri sendiri atau mencintai kelompoknya kita ambil contoh saja pada waktu pembuatan SIM sekarang bisa ditanya dari keseluruhan orang yang sudah mempunyai SIM 90% dari mereka pasti mendapatkan SIM dengan cara yang kita kenal sekarang dengan “SIM tembak” bagaimana bisa orang yang belum mempunyai KTP bisa mendapatkan SIM dengan cara yang mudah hanya perlu menambah biaya menjadi 2 kali lipat sudah bisa mendapatkannya dan juga tidak perlu adanya orang itu untuk test drive sangat ironi sekali memang ,jadi wajar apabila sekarang ini banyak kasus kecelakaan ya kemungkinan dari hal tersebut ,gimana rasa nasionalisme itu dapat muncul apabila rasa harga diri menjunjung martabat bangsa itu telah tiada .
Nasionalisme itukan paham mencintai kebangsaan ,artinya kalau kita mencintai kebangsaaan tentunya harus berbuat sesuatu yang terbaik bagi bangsa dan negaranya tapi pada zaman sekarang ini tidak ,saya rasa nasionalisme di indonesia ini sudah hilang karena mayoritas orang indonesia tidak berfikir pada bangsanya sendiri akan tetapi berfikir bagaimana memperkaya diri sendiri ,memperkaya kelompoknya itu yang kita lihat kenyataanya sekarang ini dan menurut saya ya memang semua ini merupakan timbal balik dari sikap para pemimpin bangsa ini ya harusnya nasionalisme itu bisa ditanam oleh para pemimpin negeri ini tapi kenyataannya di indonesia ini tidak seperti itu kita lihat saja maraknya para pemimpin negara ini yang koruptor contohnya saja banyaknya anggota DPR yang diringkus oleh KPK padahal mereka itu kan perwakilan dari rakyat ,memikul harapan rakyat tapi ternyata hanya mengecewakan rakyat dan lebih parahnya tidak adanya rasa malu pada diri mereka padahal sudah melakukan hal yang salah,mereka tetap eksis di layar kaca televisi tetap berkelit sana sini padahal ada bukti yang sudah ada ,mana rasa harga diri menjunjung bangsa.
 Apabila pemimpinnya saja tidak punya harga diri seperti itu mereka hanya mementingkan cintanya kepada diri sendiri dan cintanya kepada kelompoknya kalau kita tengok negara jepang betapa tingginya harga diri bangsa yang mereka junjung mereka lestarikan dari zaman dahulu mereka menerima peradaban yang modern akan tetapi mereka tidak melupakan budaya mereka di tengah globalisasi yang selalu memnjunjung harga diri bangsa mereka kalau di jepang sana apabila seorang pemimpin berbuat salah maka ia langsung mengundurkan diri bahkan bisa langsung bunuh diri karena itu merupakan kehormatan baginya.
Dalam kondisi sekarang ini ketika orang berfikir diri sendiri ,berfikir kepentingan kelompoknya maka nasionalisme akan luntur contohnya masalah di poso pontianak itu bukan sekedar pertentangan suku atau agama tapi saya yakin ada orang yang coba memanas-manasi rakyat sehingga terjadi perpecahan , Semakin kita tidak bisa membangun dan rakyat dibelit kesulitan ekonomi, semakin gampang dipecah belah . Menurut saya kunci untuk nasonalisme adalah ketahanan moral bangsa Ketika moralitas itu menjadi tinggi, ketika kita berpikir bahwa hidup berbangsa dan bernegara itu bukan untuk diri sendiri tapi untuk orang banyak, maka nasionalisme akan tumbuh semakin tebal

            Untuk mengekspresikan kecintaan terhadap tanah air tidak perlulah berfikir terlalu sulit sebenarnya semua itu bisa dilakukan mulai dari diri kita ssendiri hal hal kecil yang itu biasa di masyarakat namun tidak mencerminkan rasa nasionalisme perlu kita hentikan contoh simpelnya kalu di kelurahan kita menindak tegur atau mengingatkan bahwa tidak boleh adanya pungli seperti yang kita tahu untuk pembuatan KTP bagin warga negara itu adalah gratis tapi kadang kita dimintai biaya oleh petugasnya kadang bilang dengan dalih untuk biaya capek dan sebagainya padahal kan kita tahu mereka itu sudah di gaji oleh pemerintah hal lain yang dapat dilakukan seperti kita giat mengikuti upacara bendera sebagai wujud rasa cinta tanah air kita menghormati dan menghargai jasa para pahlawan terdahulu ,dengan yang melekat dengan tubuh kita pakaian bisa dimulai dengan membli produk asli indonesia supaya pengusaha lokal bisa sejajar dengan pengusaha asing dan itu lebih bagus lagi apabila produik lokal tersebut bisa merambah ke luar negeri seperti brand “damn i love indonesia” brand tersebut asli dari indonesia dan sudah merebak di outlet outlet baju di negara Amerika jadi mengapa malu menggunakan produk indonesia toh juga ada yang gag kalah dengan produk asing hal lain yang dapat dilakukan lagi yang paling sederhana ketika dirumah maupun disekolah yaitu dengan menghemat energi,salah satunya dengan menghemat listrik. Kenapa harus hemat listrik? Karena untuk mengaktifkan listrik di Indonesia , PLN kita masih menggunakan BBM yang belakangan ini sudah semakin berkurang jumlahnya. Nah kalau tiadk melakukan penghematan energi dari sekarang ,BBM ini bisa habis mengerikan sekali bukan kalau hal ni sampai terjadi ? pada akhirnya kalau BBM habis kita justru tidak akan bisa menikmati listrik lagi,pastinya tidak mau kan? Selain membantu bangsa kita sendiri ,dengan penghematan listrik kita pun sudah membantu upaya dunia dalam kampanye global warming yang belakangan sedang gencar aksinya.





Pandangan Moh.Hatta tentang Negara

Moh.Hatta dan Negara

         Hatta sudah sejak tahun 1927 memiliki gagasan tentang bentuk Negara Indonesia merdeka,yaitu Negara federal atau Negara kesatuan yang demokratis. Gagasan prinsip ini tercermin secara lebih jelas dalam brosur Ke Arah Indonesia Merdeka ditulis empat tahun kemudian. Kata Hatta :
“Indonesia Merdeka haruslah suatu Republik,yaitu bersendi kepada pemerintahan rakyat ,yang dilakukan dengan perantaraan wakil-wakil rakyat aytau badan badan perwakilan. Dari wakil-wakil atau dari dalam badan-badan perwakilan itu terpilih anggota-anggota pemerintah yang menjalankan kekuasaan Negara. Dan pemerintahan ini senantias takluk kepada kemauan rakyat ,yang dinyatakan atau oleh badan-badan perwakilan rakyat atau dengan referendum ,keputusan dengan suara yang dikumpulkan.”
Dengan kutipan diatas ,tidak sulit untuk menafsirkan bentuk Negara dan corak pemerintahan yang diinginkan oleh Hatta. Dengan mengacu khususnya pada kalimat “Dari wakil-wakil atau dari dalam Badan –badan Perwakilan itu terpilih anggota-anggota pemeerintah yang menjalankan kekuasaan Negara ..’yang diinginkan oleh Hatta tidak lain daripada Indonesia merdeka yang berbentuk republik dengan system pemerintahan demokrasi parlementer ini untuk pertama kali diusahakan oleh Hatta melalui Maklumat Wakil Presiden No.X tanggal 3 Oktober 1945 dan maklumat Wakil Presiden tanggal 3 November 1945 tentang anjuran untuk membentuk partai politik. Untuk masa empat tahun berikutnya Indonesia menerapkan sistem pemerintahan demokrasi parlementer di mana Hatta mengambil peran aktif di dalamnya.
Di samping isu Negara federal atau Negara kesatuan yang demokratis ,konkritisasi pemikiran Hatta mengenai kerangka kenegaraan ini terungkap jelas ketika siding BPUPKI tanggal 15 Juli 1945 membicarakan rancangan undang undang dasar. Dalam sidang tersebut terjadi pertarungan yang seru antara Hattadan Moh.Yamin dengan Mr.soepomo dibantu oleh Soekarno. Pokok soalnya adalah pertentangan pendapat tentang persoalan Apakah prinsip-prinsip dasar demokrasi yang harus dinikmati oleh setiap orang –kebebasan untuk mengeluarkan pendapat secara lisan atau tulisandan hak berkumpul dan berserikat –harus dijamin dalam UUD. Apabila Soekarno dan Soepomo menafikkan hak-hak individu dalam konstitusi ,Hattadan Moh Yamin sebaliknya ,membela jaminan konstitusional hak-hak individu ini. Inti dari ungkapan hatta adalah semacam penegasan bahwa komitmen untuk membangun bangsa(Indonesia) yang demokratis harus disertai dengan jaminan konstitusional tentang syarat-syarat adanya Negara demokratis tersebut, yaitu hak seseorang untuk menikmati kebebasab dasarnya . Hatta selanjutnya mengkhawatirkan ,bahwa jika tidak ada jaminan tersebut ,arah yang dituju akan berbeda dari yang diinginkan semulla,uang terjadi bukan kedaulatan rakyat ,melainkan Negara kekuasaan atau kedaulatan Negara . Dengan kata lain dalam proses penyusunan UUD 1945 tersebut, Hatta menjalankan dua peran sekaligu sebagai konseptor hak-hak dasar warganegara sekaligus pemberi peringatan tentang bahaya tentang kekuasaan Negara yang terlalu dominan .
 Yang terakhir ini menyangkut peranan pemerintah dalam menyelenggarakan kehidupan ekonomi . Sebagaimana diketahui ,dalam kehidupan ekonomi prinsip sosialis mengamanatkan pengendalian kehidupan ekonomi oleh Negara .Bagi Hatta ,pengendalian tersebut adalah dalam bentuk penguasaan oleh Negara(BUMN) atas sektor-sektor ekonomi yang besar dan strategis ,penguasaan oleh koperasi atas sektor ekonpmi kerakyatan serta peranan sektor swasta sebagi pelengkap.

Komentar :
Dalam tulisan di atas dapat diartikan bahwa Moh.Hatta berpandangan tentang sebuah Negara itu yang federal demokratis itu dibuktikan dalam tulisan Hatta yang diterbitkan di brosur Ke Arah Indonesia Merdeka dan Bung Hatta telah menunjukkan kemampuannya untuk memperkirakan secara tepat ap[a yang akan terjadi kemudian saat beliau berpendapat tentang kekhawatiran penguasaan Negara yang dominan ,artinya kenyataan sejarah kemudian memang membuktikan kebenaran apa yang diprediksikan dan dikhawatirkan oleh Hatta .Sebagaimana sudah kita saksikan dan rasakan bersama selama lebih dari lima dasawarsa berikutnya khususnya di masa pemerintahan orde lama yang otoriter dan orde baru yang totaliter ,bangsa Indonesia merasakan betul apa artinya hidup sebagai warga Negara di bawah rezim yyang membungkam kebebasan atas nama kepentingan dan kekuasaan Negara ,Untunglah ada Moh.Hatta yang menangkis Soekarno sehingga akhirnya dapat dimasukkan pasal-pasal yang menjamin kebebasan berbicara dan berpendapat serta berserikat dalam UUD. Kalau tidak ada pasal-pasal tersebut ,makin terpuruk bangsa Indonesia akibat dikuasai oleh Negara dengan tiada rem. Dengan apa yang diperjuangkan oleh Hatta pada waktu siding BPUPKI hasilnya adalah sekarang adalah dicantumkannya beberapa pasal tentang hak-hak dasar warganegara sebagai berikut : Pasal 1 ayat (2),”Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”. Pasal 27 ayat (2), “Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.” Pasal 28, “Kemerdekaaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang”. Pasal 31 ayat (2), “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional ,yang diatur undang-undang”. Pasal 31 ayat (1), ayat (2),dan ayat (3) dan juga pasal 34. Subtansi dari pasal=pasal tersebut adalah bahwa Hatta memberikan sumbangan pemikiran bagi terbentuknya Indonesia merdeka yang berbentuk demokrasi sosial ,yang mencakup demokrasi politik dan demokrasi ekonomi . Hatta menyebut Negara seperti ini sebagai “Negara pengurus “. Wujud konkritnya adalah sistem demokrasi parlementer untuk menjamin demokrasi politik dan penerapan paham sosialisme dalam kehidupan ekonomi.

Jadilah pembaca bijak dengan meninggalkan komentar :)


Kisruh Biaya Kampanye



Kisruh Biaya Kampanye Parpol
            Hasil pencucian uang dari korupsi digunakan untuk kampanye. Apakah ini awal dari korupsi? Sepertinya iya. KPU pada tahun ini sedang gencar-gencarnya mengantisipasi partai yang menggunakan uang korupsi dari anggota kader-kader mereka untuk digunakan dalam kampanye 2014 besok. Pengamat pemiliu dari Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengatakan saat ini banyak sekali kader partai yang terlibat dugaan korupsi. Dana korup tersebut disinyalir juga untuk kampanye pada Pemilu 2014 nanti. “Dengan adanya dugaan aliran dana haram yang masuk ke parpol, sanksi maksimal bisa dikenakan kepada parpol yang bersangkutan untuk tidak disertakan dalam pemilu,” kata Ray saat diwawancarai KORAN SINDO.
            Sungguh ironi memang apabila hal ini sampai terjadi. Bagaimana tidak belum jadi wakil rakyat baru jadi caleg sudah akrab dengan korupsi. Tidak heran apabila banyak sekali kader-kader parpol yang jadi wakil rakyat banyak yang tersandung dengan masalah korupsi. Mereka pun masih senyum-senyum saja kadang menangis karena beralibi telah dijebak dan lain sebagainya.
Ketidakterbukaan
            Ketidakterbukaan anggaran kampanye dari parpol terkait bisa menyebabkan kampanye yang tidak sehat. Dalam hal ini KPU harus bretindak sebagai pengamat dan pemberi sanksi apabila ada parpol yang menggunakan dana terlalu berlebihan. Apalagi sampai menggunakan uang hasil korupsi dari kader-kadernya. Persoalan transparansi dan akuntabilitas dana kampanye kini masih saja menjadi borok dalam setiap Pemilu di Indonesia, dan saatnya Pemerintah melaksanakan kewenangannya untuk menginfomasikan dana tersebut ke masyarakat. Supaya masyarakat juga mengetahui kisaran biaya yang digunakan dalam kampanye. Adapun “Kewenangan ini sama seperti halnya kewenangan lain berupa pembuatan surat suara, kotak suara, tinta, media online dan lainnya yang berkaitan dengan Pemilu. Hal ini ditujukan untuk meminimallisir penyelewengan yang dilakukan oleh parpol atau kandidat, seperti penggelembungan biaya, manipulasi atau untuk politik uang.
Peran KPU
             KPU akan menindak tegas parpol peserta Pemilu 2014 yang menggunakan dana haram untuk kampanye sesuai peraturan KPU yang saat ini masih terus digodok. KPU menilai, penggunaan dana ilegal yang tidak diketahui asal usulnya tidak bisa digunakan saat kampanye. Sebab, tidak menutup kemungkinan, dana kampanye digelontorkan untuk mencuci uang. Demi transparansi dana kampanye, parpol wajib membuat laporan penggunaan dana kampanye berkala, termasuk menjelaskan sumbernya. Ini ditempuh untuk mengurangi timbulnya kecurigaan dari masyarakat. KPU menganjurkan agar lebih transparan, dan partai politik peserta pemilu harus memiliki rekening khusus dana kampanye, terpisah dari rekening partai. Maka dari itu peran KPU disini untuk mengawasi parpol-parpol yang akan ikut kampanye pada 2014 nanti. Dan bekerja sama dengan PPATK untuk memantau rekening parpol yang ikut dalam pemilu. Supaya transparansi nanti jelas adanya.
Presonalisasi
            Transparansi dalam kampanye politik harus di laksanakan. Mengingat semakin seringnya wajah wajah senayan yang diciduk oleh KPK. Hal ini juga mengacu akan berdampaknya di masyarakat tentang biaya anggaran kampanye parpol yang sering dianggap terlalu berlebihan. Sehingga dalam pelaksanaan kampanye terjadi kampanye yang tidak sehat antar caleg dari kubu partai. Hal ini dimaksudkan juga untuk meminimalisir kasus korupsi di Negara Indonesia ini. Dan dengan adanya pengawasan anggaran biaya partai ini semoga dapat memperkecil terjadinya korupsi. Untuk itulah kita sebagai masyarakat harus mendukung adanya kebijakan baru dari KPU. Katakana tidak untuk korupsi.

Dimuat di Opini Harian KORAN SINDO – Senin, 13 Mei 2013


Kumpulan Puisi Cinta

Kata Kata Mutiara Cinta merupakan sebuah karunia Sang Pencipta yang tak terhingga harganya. Demi cinta seseorang rela melakukan apapun untuk mendapatkannya. Rasa sakit, rasa perih serta rasa kecewa yang ada tak akan menjadikannya sebuah masalah. Justru itulah cinta sejati yang tak akan takluk oleh sebuah kesakitan, keperihan serta kekecewaan. Dibawah ini nih updatin sama kekasih hatimu.



===

Cukuplah untuk menerima apa adanya
Diapun akan cukup menerima kamu apa adanya
Sayangilah dengan setulus hatimu
Maka, dia akan menyayangimu dengan ketulusan hatinya

===

Cinta itu sebuah permainan yang dimainkan oleh dua orang
Dan dimenangkan oleh dua orang tersebut

===

Hidup itu ibarat telepon dari sang kekasih
Ketika terputus tiba-tiba
Kita sadar berapa banyak waktu yang telah disia-siakan

===

Mulailah katakanlah cinta dari dirimu sendiri
Jika memang kamu benar – benar mencintainya
Janganlah kamu menunggu untuk mengatakan cinta
Jika kamu tidak ingin dia menghilang darimu

===

Cinta dan telur itu sangat baik jika keduanya masih segar

===

Jangan pernah mengharap sebuah kesempurnaan dari seorang kekasih
Karena sesungguhnya kesempurnaan itu tak akan pernah ada
Namun, berusahalah menjadi yang tak sempurna itu sebuah kesempurnaan dimatamu
Pejamkan hati atas kekurangan yang dia miliki
Dan kenanglah selalu kelebihannya. Cinta adalah ketulusan hati

===

Hal-hal terbaik dan terindah di dunia ini tidak bisa dilihat atau disentuh Semuanya itu harus dirasakan dengan hati

===

Di antara mereka yang saya sukai atau kagumi
Saya tidak dapat menemukan suatu kesamaan
Tetapi di antara mereka yang saya kasihi
Saya dapat menemukannya: Mereka semua membuat saya tertawa

===

Kita harus sedikit menyerupai satu sama lain
untuk mengerti satu sama lain
Tetapi kita harus sedikit berbeda
Untuk mencintai satu sama lain

===

Cinta itu bukan apa yang dipikirkan oleh akal
Tapi cinta adalah apa yang dirasakan oleh hati

===

Ketika cinta sejati menemukan kekecewaan
Janganlah terucap kata kecewa
Cinta sejati yang sebenarnya
adalah cinta yang rela mengorbankan hati untuk tersakiti

===

Cinta yang belum matang berkata:
“Aku cinta kamu karena aku butuh kamu”
Cinta yang sudah matang berkata:
“Aku butuh kamu karena aku cinta kamu”

===

Syukurilah hidup, karena hidup memberimu kesempatan untuk mencintai, bekerja, bermain dan memandang bintang-bintang

===

Kalaupun dia pergi meninggalkanmu
Sendiri di dalam hati yang penuh kekecewaan
Tak ada gunanya untuk disesali
Sebab kaulah yang memilihnya

===

Cinta sejati tidaklah harus saling memiliki
Cinta sejati tidaklah untuk selalu bersama
Cinta sejati merupakan cinta yang harusnya saling mengerti
Cinta yang saling memahami diantara keduanya

===

Kerjakan apa yang kau cintai dan uang akan mengikuti

===

Perjuangan untuk mendapat cintamu tak akan berakhir
Terus mengalir bagai air sungai ke satu tujuan
Terus berhembus bagai angin yang hanya satu arah
Seperti ketulusan cinta yang mengalir dan berhembus di jiwa raga

===

Ketika kau duduk dengan seorang gadis cantik selama dua jam
Kau merasa itu cuma semenit
Tapi ketika kau duduk di atas perapian (kompor)
Kau merasa itu dua jam
Itulah yang dinamakan hukum relativitas

===

Kau mulai mencintai bukan karena menemukan seorang yang sempurna
Tapi dengan sempurna melihat orang yang tak sempurna

===

Cinta itu adalah sebuah obyek seperti obsesi
Setiap orang menginginkannya, setiap orang mencarinya
Tapi sedikit orang yang mendapatkannya; orang yang pernah melakukannya akan selalu menghargai cinta, tersesat di dalamnya; dan tidak akan melupakannya

===

Sepuluh ranjau tak membuat takut
Seratus rintangan tak ada artinya
Seribu halangan tak menjadi masalah
Hanya untuk satu tujuan, cinta sejati

===

Cinta tidak memiliki apapun yang ingin kau dapatkan, tapi cinta memiliki semua yang ingin kau berikan

===

Satu menit secepat satu detik, Jika memelukmu
Satu jam secepat satu menit, Jika menemanimu
Satu hari secepat satu jam, Jika bersamamu
Begitulah waktu akan terasa karena kebahagiaan sebuah cinta

===

Terkadang cinta yang baru malah datang dari kawan lama
Terkadang kekasih yang baik adalah orang yang selalu ada untuk kita

===

Mencintai cinta sejati tak akan kusesali
Sebab kaulah yang menjadi pilihan diriku
Kau tak akan memilihku menjadi cinta sejati
Jika kau tak mencintai diriku dari hatimu

===

Lebih baik keliru mencintai daripada tidak pernah sama sekali merasakan cinta

===

Penolakan cinta bukanlah sebuah jawaban akhir
Tapi sebuah jawaban untuk mengawali sebuah perjuangan
Penolakan cinta memotivasi untuk menjadikanmu lebih baik lagi
Bukan membuatmu menjadi putus asa bagai kapas yang tertiup angin

===


Sebuah Kisah Yang Menyentuh Hati



Ada seorang istri memberikan
tantangan kepada suaminya
untuk hidup tanpa dirinya.
Dia minta kepada suaminya untuk tidak ada komunikasi sama sekali di antara mereka selama sehari.

Si istri berkata kepada
suaminya itu, "Bila kamu bisa
melewati itu, aku akan
mencintaimu selamanya".
Dan... sang suami pun setuju....
Dia tidak sms / telpon istrinya seharian..
Tanpa dia ketahui bahwa
istrinya hanya memiliki 24 jam untuk hidup, karena dia
terkena kanker.

Keesokan harinya sang suami
itu pulang ke rumah. Air
matanya pun tiba2 menetes
melihat istrinya sudah
terbaring dengan surat di
tangan yang bertuliskan:

"Kamu Berhasil Sayang,
bisakah kamu lakukan itu
setiap hari.??"


Don't Ever lost contact with
someone you love,
you'll never know what's gonna happen the next day, or the day after that..
Even a single "hi" or a "good morning"
Before you know that someone is no longer
there.... 


Cerpen Mungkinkah Ini Saat Terakhir?


Mungkinkah Ini Saat Terakhir? - Cerpen Cinta

6 Maret 2009 11.163 views 23 Comments
Tililit…. Tililit…. Tililit…. Tililit…. Tililit…. Tililit….Dengan malas Rona menggerakkan tangannya. Ia berusaha meraih handphone yang terletak di atas meja tepat di sebelah tempat tidur dengan mata masih terpejam.
 “Ha..lo …”, sahut Rona dengan perlahan setelah memencet salah satu tombol handphone.
 “Ya ampun Na! Lu baru bangun ya?” tanya Rara.
“Yaaaa, ada apa sih Ra?” sahut Rona dengan mata masih mengantuk.
“Tumben banget lu kesiangan? Emang semalam lu begadang ya?” tanya Rara lagi.
“Iya nyelesain paper yang disuruh Bu Rani. Weker gue rusak, makanya telat bangun,” jelas Rona perlahan.

“Ohhhh….gitu, ya udah! Sekarang lu mandi dan cepat-cepat kemari ada kabar penting!” perintah Rara.
“Kabar apaan sih Ra?” tanya Rona dengan malas karena merasa tidak akan tertarik dengan kabar dari sahabatnya itu.
“Hari ini Dude masuk sekolah Na!” kata Rara dengan tegas.
Rona yang sedari tadi tiduran dan memejamkan mata, sontak kaget dan langsung duduk dengan membelalakkan matanya.

“Serius Ra?” tanya Rona karena masih ragu dengan Rara.
“Gue gak becanda! Makanya buruan lu kemari,” katanya mencoba meyakinkan.
“Ya udah tunggu gue,” jawab Rona dan kemudian meletakkan handphone-nya di atas meja. Dia bergegas mandi dan bersiap-siap ke sekolah.

Dalam perjalanan Rona terlihat gelisah. Pikirannya bercampur aduk antara senang dan tidak. Pak supir yang sedari tadi mengamati Rona merasa heran. Rona memang sudah sangat merindukan sang pacar Dude, tapi ia juga membencinya. Karena sudah tiga bulan terakhir ini Dude tak masuk sekolah. Dude juga tak pernah memberikan kabar. Dan saat Rona mendatangi rumah Dude, pembantunya tak mau memberikan informasi tentang Dude.
Sahabat dan teman dekat Dude sudah ditanyai Rona, tapi tak satu pun yang tahu. Sedangkan wali kelas dan guru-guru tidak mau memberitahukan apapun tentang Dude, padahal mereka sebenarnya tahu segalanya. Bulan pertama dan kedua Rona seakan tak terima dengan kehilangan Dude yang tiba-tiba. Namun di bulan ketiga ia mulai berangsur pasrah.
Mobil yang dikendarai pak sopir berhenti tepat di depan gerbang sekolah, tanpa mengucapkan apa-apa Rona bergegas keluar dari mobil dan berlari ke arah kelas. Pak sopir hanya diam sambil menggeleng-gelengkan kepala. Saat tiba di kelas Rona langsung menghampiri Rara.
“Ra! Lu serius dengan yang tadi kan?” tanya Rona meminta penjelasan Rara.
“Iya Na! tadi Dude datang kemari dan nyariin lu,” jawab Rara.
“Trus lu ngomong apa sama dia?”

“Ya gue bilang aja lu belum datang. Terus dia pergi dan dia balik ke kelasnya,” jelas Rara.
“Berarti dia masuk sekolah lagi dong?” tanya Rona lagi dijawab dengan anggukan oleh Rara.
“Jadi selama ini dia ke mana ya? Lu nggak tanya sama dia Ra?”
“Nggak, gue ngerasa canggung aja udah lama nggak ketemu dia,” jelas Rara.

Mereka berdua pun terdiam dan merasa heran. Namun Rona nggak mau terburu-buru untuk mendatangi Dude. Dia merasa bahwa Dude yang bersalah dan harus menemuinya terlebih dahulu untuk memberikan penjelasan tentang hubungan mereka.
Rona menunggu dengan gelisah, sampai bel masuk pun berbunyi dan Dude belum datang. Kemudian pada jam istirahat Rona memutuskan tidak ikut Rara ke kantin. Karena Rona berfikir Dude akan datang kembali menemuinya. Namun untuk kedua kalinya Rona salah menduga.
“Dude belum kemari Na?” tanya Rara yang sudah kambali dari kantin dengan dua buah minuman di tangannya.
“Belum Ra.,”  menggelengkan kepala dengan wajah kecewa.
“Kenapa ya?” Rara merasa heran diikuti gelengan kepala Rona yang menandakan juga heran.
 ”Tapi lu tenang aja Na, gue yakin nanti pulang sekolah dia pasti nemuin lu,” kata Rara dengan tegas.

Dan ternyata dugaan Rara benar. Dude sudah berada tepat di depan pintu kelas menunggu. Rona berdiri terpaku, bibirnya terasa beku. Sedangkan Dude juga terlihat sangat gugup, seakan tidak siap bertemu Rona.
Namun kerinduannya yang besar kepada Rona mengalahkan ketidaksiapannya. Rara tidak ingin mengganggu percakapan sahabatnya itu, ia tahu banyak hal yang pasti akan mereka bicarakan. Sehingga Rara memutuskan pulang duluan.
“Hai Na,” sapa Dude dengan lembut.
“Hai…,” jawab Rona singkat.
“Apa kabar?” tanya Dude.
“Baik, kamu?” Rona menjawab pelan.
“Lumayan,” jawab Dude
“Aku antar kamu pulang ya? Sekalian ada yang mau aku omongin”, sambung Dude.
Rona mengangguk. Mereka pun pergi meninggalkan sekolah dengan mengendarai motor yang dibawa Dude. Selama di jalan mereka hanya terdiam, tidak seperti suasana dulu yang begitu dihiasi dengan canda. Dude membawa Rona ke sebuah taman di mana dulu mereka sering menghabiskan waktu berdua. Setelah turun dari motor mereka berdua duduk di kursi yang ada di tengah taman.

“Aku mau minta maaf sama kamu Na, karena selama ini aku nggak ngasih kabar ke kamu,” Dude berusaha memulai pembicaraan.
“Kamu sebenarnya ke mana sih? Kamu tahu nggak, aku udah nyariin kamu ke mana-mana,” Rona merasa tidak tahan lagi menyembunyikan perasaannya.
“A….ku, sakit Na!” jawab Dude dengan sangat lambat.
“Sakit?” Rona merasa jawaban Dude bukanlah hal yang aneh tetapi dia justru heran mengapa hal itu harus disembunyikan darinya.

“Tapi kenapa kamu nggak ngasih tau aku, aku kan pacar kamu jadi aku bisa ngerawat kamu.”
“Aku tahu Na, tapi ini nggak segampang itu.”

“Maksud kamu?” Rona semakin terlihat bingung dengan perkataan Dude yang nggak jelas. Dude terdiam, mukanya terlihat ragu untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Rona.
“De? Kenapa kamu diam? Maksud kamu apa?” Rona mengguncang badan Dude, memaksa Dude menjelaskan semuanya. Rona merasa sudah cukup untuk bingung selama tiga bulan ini. Sehingga dia tidak ingin menunda lagi mengetahui apa yang terjadi.

“Aku…aku…aku menderita kanker stadium akhir Na,” jelas Dude dengan perlahan.
“Apa?” Rona terlihat sangat terkejut, ia benar-benar nggak menyangka penjelasan Dude akan seserius itu.

“Selama tiga bulan ini aku menghilang, karena mama membawa aku ke Singapura untuk menjalani perawatan. Di sana aku terapi dan aku sempat kritis Na,” Dude melanjutkan penjelasannya.
 ”Sekarang aku hanya punya waktu seminggu, setelah itu aku harus balik ke Singapura untuk perawatan selanjutnya.”

“Ya ampun Dude….kenapa kamu nggak ngasih tahu aku?” keluh Rona dan air mata terlihat jatuh di pipinya yang halus.
“Aku takut setelah mendengar semuanya kamu ninggalin aku. Aku kangen banget sama kamu dan aku takut kehilangan kamu Na.” Dude menutup mukanya dengan tangan. Ia menangis layaknya seorang anak kecil.
Melihat kesedihan pacarnya itu hati Rona hancur. Rona meraih tangan Dude dan memegangnya erat-erat. “Aku cinta sama kamu, dan aku cinta kamu apa adanya, aku nggak bakalan ninggalin kamu,” ujar Rona sambil menatap Dude.
“Aku bakal nunggu kamu, sampai kamu sembuh.”
“Tapi penyakitku semakin parah Na, aku nggak tahu kapan bisa balik lagi. Entah itu tiga minggu, tiga bulan, atau mungkin tiga tahun lagi,” tambah Dude dengan air mata yang terus mengalir.
“Aku nggak peduli, aku bakal nungguin kamu. Asal kamu janji berusaha untuk sembuh demi aku,” tambah Rona.

Dude terharu dengan perkataan Rona. Ia merasa semangat hidupnya kembali lagi. “Aku janji sama kamu, aku akan berusaha untuk sembuh.”
Dude langsung memeluk Rona dengan erat. Sudah lama pelukan hangat itu tidak mereka rasakan. Mereka larut dalam kebersamaan itu. Sejenak mereka melupakan semua kesedihan yang ada. Walaupun sebenarnya Rona tahu semua itu tidak akan mudah nantinya. Tapi ia hanya ingin memberikan semangat penuh untuk Dude, karena hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini.
Seminggu sebelum keberangkatan Dude ke Singapura mereka benar-benar menghabiskan waktu bersama. Rona hanya ingin memberikan kenangan yang terindah untuk Dude. Kenangan yang mungkin tidak akan terulang lagi. Kenangan yang juga mungkin terakhir Dude rasakan. Mereka berdua benar-benar sadar akan hal itu. Tapi jauh di dalam lubuk hati Rona, ia berharap ini hanya sepenggal kenangan yang nantinya menjadi memori saat mereka menghadapi masa tua bersama.
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cinta Pertama Tidak Pernah Mati

Embun pagi masih merayapi batang daun yang hijau, matahari bersembunyi di balik awan. Namun aku sudah berdiri menatap langit yang masih putih. Hari ini terasa aneh bagiku, biasanya saat ini aku masih terlelap di atas kasur. Tapi karena mata tak bisa terpejam, memaksaku untuk mencari udara segar, menghilangkan rasa gelisah yang selalu menderaku.
Aku gelisah karena rindu. Rindu akan rumah, rindu pada keluarga di kampung, terutama rindu padanya. Aku kuliah di kota dan meninggalkan mereka di sana. Ingin sekali aku berjumpa dengannya. Dia yang telah mengisi relung hatiku selama tujuh tahun.
Di bawah pohon depan kost aku duduk santai sambil menikmati cuaca dingin di pagi hari. Di mana orang-orang masih enggan melepas mimpi indah, apalagi ini ‘kan baru pukul empat, mana ada yang terjaga sepertiku.
Dengan ditemani cappuccino hangat aku terhanyut dalam khayalan yang berisi kenanganku bersamanya. Orang yang pertama kali singgah di hatiku dan mungkin akan menjadi yang terakhir. Dia dua tahun lebih tua dariku. Kami bertemu saat aku masih duduk di bangku SMP. Kami selalu pulang bareng karena rumah kami berdekatan. Awalnya aku tak ada rasa dengannya, tapi karena kami sering berjumpa di rumah maupun di sekolah membuat rasa ini muncul. Kedekatan kami pun juga karena ayahnya adalah orang bawahan ayahku.
Waktu itu aku masuk ke SMA yang berbeda dengannya, namun setelah tiga bulan, aku tak betah. Kemudian ayahku menyuruh memasukkanku ke sekolah yang sama dengannya. Ia menjadi senang karena kami bisa satu sekolah lagi. Dan kami pun menjadi tambah dekat. Lalu lama-kelamaan hubunganku ini diketahui oleh ayahku. Dia sangat marah. Memang ayah tidak setuju kalau sampai aku menyukainya. Ketika mendengar kabar dari sekolah bahwa kami sering berduaan, ayah lalu menyuruh orang bayaran untuk memberi pelajaran padanya. Tapi hal itu tak membuat ia berhenti menemuiku. Kami pun bertemu secara diam-diam.
Suara gema adzan membawaku kembali ke alam nyata.
Huuh… Aku ingin sekali bertemu dengannya. Tapi kenapa ia tidak datang, padahal ia sudah janji akan datang Sabtu kemarin. Apa yang terjadi dengannya?
***
“Lyza… Lyza!” aku mendengar orang memanggilku.
“Yola…ada apa?” ternyata cewek tambun yang se-kost denganku datang dengan nafas terengah-engah.
“Lyz…eng…itu aku mau bilang..itu…Ibumu sakit!”
“Apa? Masak iya, tahu dari mana?” aku langsung terkejut mendengar Ibuku sakit.
“Dari kampung, ada yang menelponku. Ng…kita ke kampung sekarang!” perintahnya.
“Aneh, kok gak ada yang beritahu aku?”
“Udahlah, pokoknya kita ke kampung sekarang.” Tanpa menunggu jawabanku, Yola langsung menarikku pulang. Lalu kami pun bergegas ke kampung.
***
Setibanya di kampung, aku merasakan suatu keganjilan di rumah pacarku. Kenapa berdiri sebuah tenda biru? Kebetulan aku dan Yola lewat depan rumah pacarku dan melihatnya di depan teras. Sewaktu ia melihatku, ia langsung lari masuk ke dalam rumah. Hatiku bertanya-tanya kenapa ia aneh begitu.
Sebelum tiba di rumah aku bertemu dengan Ibu pacarku di jalan. Aku pun langsung bertanya padanya, ada acara apa di rumahnya. Ibunya langsung menceritakan semuanya dan tanpa disadari aku menangis. Tiba-tiba pacarku datang dari arah belakang. Dia meminta maaf kepadaku, dia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dia juga bilang kalau ia sangat mencintaiku. Kemudian di depan kedua orang tuanya kami berpelukan dan sama-sama menangisi akhir dari kisah kami.
Sesampainya di rumah aku langsung marah-marah tak karuan. Kedua orang-tuaku heran melihatku bertingkah aneh seperti itu. Yola lalu memberitahu mereka kejadian yang memang sudah ia ketahui sebelumnya. Orang-tuaku pun menasehatiku untuk mencari pasangan yang lebih sepadan dan lebih setia. Aku sangat tidak bisa menerima keputusannya itu.
Aku kembali lagi ke kota setelah mengetahui ternyata Ibuku baik-baik saja. Semenjak itu aku menjadi bertambah aneh, emosiku sering tak terkendali, setiap melihat sesuatu yang tajam, durian misalnya, ingin sekali kutancapkan ke kepalaku. Teman-temanku pun merasa risih atas sikapku, karena setiap teman laki-laki mereka ke kost aku selalu memarah-marahi mereka tanpa sebab. Pernah teman-temanku mengikatku dengan selimut di kursi karna aku mengamuk dan ingin bunuh diri.
Suatu ketika ada seorang pria yang bekerja di rumah sakit jiwa di sekitar kost, dia  teman dari salah satu temanku. Dia melihatku membentak-bentak temanku tanpa alasan, sikapku itu sudah dimaklumi teman-temanku yang lain. Dan ketika aku membanting pintu, ia terkejut dan bertanya ada apa dengan gadis yang menarik perhatiannya.
Setelah mengetahui apa masalahku, ia pun menemuiku. Aku marah dengan kehadirannya yang tanpa izin. Lalu pria itu menyembur mukaku dengan air, dia kira aku kesurupan. Tapi ketika ia salah paham, lantas ia tertawa. Kemudian ia menarik tanganku, mengajakku duduk di teras. Tiba-tiba saja aku mengeluarkan semua masalah yang membebani hatiku dan aku menangis sejadi-jadinya di depan orang yang baru kukenal. Setelah selesai bercerita, ia menyuruhku mandi bersihkan diri lalu mengajakku makan bakso di sekitar situ. Entah mengapa kalau berada di sampingnya hatiku tenang sekali dan kehadirannya itu membuatku melupakan segala masalahku.
Seminggu kemudian di mana aku sudah kembali normal, aku mendapat kabar kalau mantan pacarku akan segera menikah.
“Lho, Lyza kok gak dapat undangannya,” tanyaku pada Yola.
“Dia gak mau ngasih tahu kamu, Lyz. Takutnya kamu ngedrop lagi.” Namun Randi, pria yang minggu lalu menenangkanku malah mengajakku ke sana.
“Gak ah mas, malas bolak-balik ke sana.”
“Kenapa, takut? Katanya gak ada rasa lagi.” Karena itu aku terpaksa pergi pada esoknya ke pesta pernikahannya Dicky.
***
Di pesta pernikahannya itu, aku sudah bisa membiasakan hatiku untuk melepasnya. Saat aku bersalaman dengannya, ia menangis. Lalu ia melihat mas Randi dan menyuruhnya untuk menjagaku serta jangan pernah menyakitiku. Sebenarnya aku masih sangat mencintainya. Tapi kami tidak ditakdirkan untuk bersama selamanya. Karena sesuatu yang membuatnya terpaksa menikah dengan orang yang tidak dicintainya sama sekali.
Ayahku-lah yang sangat tidak menyukai hubungan kami. Waktu kak Dicky tak bisa menemuiku pada hari Sabtu, ayah menjumpainya dan keluarganya tanpa sepengetahuanku. Ayah memaki-makinya dan memarahi ayahnya. Ayah mengatakan kalau mereka tak pantas. Ayah sangat menghargai statusnya yang lebih tinggi dari ayahnya. Karena sakit hati orangtuanya lalu mencarikan jodoh yang lain untuknya.
Aku pun mengerti keadaan yang harus kuterima. Dan untuk melupakannya ku serahkan kembali semua yang pernah ia berikan padaku termasuk puisi-puisinya. Itulah mengapa istrinya heran dan bertanya kepadaku hadiah apa yang telah kuberikan kepadanya sehingga istrinya tidak boleh membukanya. Lalu masalah itu kuselesaikan dengan segera. Kutemui ia lalu menyuruhnya untuk memperlihatkan hadiah dariku pada istrinya.
“Untuk apa disembunyikan, lihatkanlah hadiah itu pada istri kakak biar dia tenang, adek gak mau ada masalah lagi di antara kita.” Dengan berat hati ia perlihatkan sebuah kotak musik, kalung dan sebagainya pada istrinya.
Semenjak itu aku jarang bertemu dengannya, tapi kami masih berkomunikasi seperti biasa dalam jarak jauh, hingga sekarang.


Cerpen Tanpa Kekasih


Tanpa Kekasih
Cerpen Cinta

Setalah genap sebulan aku jadian dengan Bayu, aku semakin yakin kalau aku nggak salah pilih dan benar-benar sudah menemukan belahan jiwaku, cinta sejatiku, cahaya hidupku, Bayu adalah segalanya bagiku. Aku mencinta dia dan akan selalu menyayangi dia untuk selamanya. Saat ini aku merasa puas karena penantian, dan usahaku selama ini berbuah kebahagiaan.

Telah sekian lama aku merasa menanti Bayu menjadi milikku seutuhnya. Akhirnya, cerita cintaku saat ini sudah happy ending, tingal sekarang aku dan Bayu yang menjalaninya. Dulu kami sering sekali bertengkar, hanya karena hal-hal kecil, kadang kami sampai ribut nggak menentu. Dulu sebagai teman, kami memang bukan teman yang cocok, kami saling menjatuhkan dan saling membenci. Tapi sekarang, benar kata orang-orang, kalau kamu membenci seseorang janganlah kamu sampai terlalu, dan hasilnya sekarang perasaan itu menjadi kebalikan bagi aku dan Bayu, justru kami sekarang saling mencintai dan menyayangi. Tapi yang jelas, aku juga nggak mau kehilangan Bayu, aku takut juga kalau aku terlalu mencintai dan menyayangi dia, bisa jadi aku dan dia akan terpisahkan.


“Hei Ela, kamu lagi ngapain? aku kangen deh sama kamu..”
“Halo Bayu, kan baru kemarin kita ketemu, kamu gimana sih?”
“Ela, kamu baik-baik ya di sana, jaga diri kamu dan jangan pernah lupakan aku ya sayang.”

“Kamu ngomong apa sih Bayu? Kamu ngigau ya?”
“Nggak, maksud aku yah kamu jangan macam-macam di sana, kan di kampus kamu banyak banget tuh cowok-cowok keren, ntar ada yang godain kamu lagi, trus kamu lupain aku.”
“Ha-ha.....ha-ha.... ya nggak dong sayang, aku nggak akan tergoda sama cowok-cowok di kampus ini, nggak ada yang kayak kamu di sini, dan yang aku mau tuh cuma kamu seorang.”

“Hei, kamu udah pintar ngegombal yah, siapa yang ajarin, ayo ngaku?”
“Bayu, kamu apaan sih?! Udah deh, aku mau kamu kasih aku kepercayaan untuk berteman dengan teman-temanku. Asal kamu tau aku berterima kasih banget selama ini sama Tuhan karena aku udah bisa memiliki kamu.”
“Iya Ela, dan asal kamu tau juga cintaku lebih besar dari yang pernah kamu bayangkan selama ini.”

Satu hal inilah yang selalu ditakutkan Bayu, dia selalu bilang aku akan tergoda oleh cowok-cowok di kampus, sementara aku nggak begitu? Justru akulah yang paling takut Bayu yang akan berpaling dariku, dia akan pergi meninggalkanku selamanya, dan cintanya hilang untukku. Bayu sekarang kerja di salah satu perusahaan asing terkemuka di kota ini, sebagai cowok kalau kita melihatnya dengan kesan pertama, dia adalah cowok yang diimpi-impikan semua cewek, karena Bayu punya segalanya, dengan modal wajah yang tampan, prilaku yang baik, kerja yang mapan, akupun takut dia akan pergi dariku, kalau seandainya ada cewek yang lebih menarik dariku, lebih sederajat dengan dia.

Bayu menggenggam tanganku erat sekali, aku merasakan kenyamanan saat dia memegang tanganku. Aku merasakan cintanya begitu kuat untukku. Saat kami masuk ke sebuah toko buku, Bayu bilang dia akan membelikan aku sebuah buku sastra yang dulu sudah pernah dibacanya dan sekrang dia ingin aku juga membaca buku itu. Setelah Bayu membayar buku tersebut, Bayu langsung menyerahkannya padaku. Aku kaget membaca sinopsisnya, ternyata buku itu berisi tentang kekuatan cinta yang tulus, yang akhirnya terpisahkan oleh maut, dan bagaimana sakitnya hati seorang kekasih saat menghadapi peristiwa kematian itu.

“Bayu, kenapa kamu kasih aku buku kayak gini?”
“Ela, aku pengen banget kamu baca buku ini, karena kalau kamu baca buku ini, kamu bakal lebih mengerti lagi apa itu cinta sejati, kamu akan merasakan betapa sangat berartinyaorang yang mencintai kamu, pokoknya ceritanya bagus deh, kamu pasti nggak bakalan nyesal kalau baca buku ini, dan setelah membacanya, aku juga yakin kamu akan semakin sayang sama aku, he-he... he-he ...”
“Ih, kamu!! Ke-GR-an banget sih kamu, masa cuma gara-gara baca buku ini aku bisa semakin sayang sama kamu.”

“Eh, benaran, percaya deh sama aku. Kalau nggak, ntar kamu boleh musuhin aku lagi deh kayak dulu.”

“Bayu!! Kamu ngomong apaan sih, ya udah-udah, aku baca bukunya, kamu kira aku bakalan senang yah kalau kita musuhan lagi.”

Bayu aneh sekali hari ini. Tadi siang dia ngomong yang nggak-nggak di telpon, dan malam ini dia juga menyuruhku membaca buku yang isinya aneh, tentang kematian. Tiba-tiba saja jantungku berdegup kencang, kata kematian terasa terngiang-ngiang di telingaku. Entah kenapa aku semakin ketakutan, takut akan kematian, takut akan kehilangan. Peganganku semakin aku kuatkan ke pinggang Bayu, aku peluk pungungnya dan aku sandarkan wajahku ke sana. Aku merasakan lagi kalau aku bersama Bayu, saat ini mungkin Bayu sedang tersenyum karena dia merasakan cintakubesar untuknya.

Sambil mengenderai motornya, sesekali dia menoleh ke belakang untuk melihatku, Bayu seperti orang yang was-was. Aneh, di sepanjang jalan aku terus kepikiran. Dan akhirnya bunyi keras dan goncangan hebat membuat aku kaget, nggak hanya goncangan, tapi sakit yang luar biasa di kepalaku, aku merasakan pusing serasa dunia ini berputar sangat kencang sekali, penglihatanku kabur, aku berusaha untuk menyadarkan diriku sendiri, apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba aku melihat Bayu yang sedang tidur di jalanan, samar-samar aku melihat dia seolah-olah tidur nyenyak, aku merasa mimpi, mana mungkin Bayu tidur di jalan, perasaan baru tadi aku boncengan dengan dia. Aku berjalan mendekati dia, tapiorang-orang yang ramai lebih dulu menghampiri dia, aku semakin kesakitan, aku nggak kuat lagi dan akhirnya yang aku lihat hanya kegelapan.

“Ela, kamu nggak apa-apa sayang, ini Mama.”
Aku pandangi wajah Mama. Dia seperti orang yang ketakutan, aku melihat sekelilingku, tiba-tiba aku baru sadar, selintas kejadian tadi malam teringat lagi olehku.
“Ma, Bayu mana? Dia baik-baik aja kan?”
“Ela, nanti aja, kamu istirahat dulu, kamu masih sakit sayang.”
“Nggak Ma, Ela nggak merasa sakit apa-apa, sekarang Ela mau lihat Bayu, dimana dia Ma?”
“Ela, luka kamu belum kering betul, tadi kamu terus-terusan ngigau kalau kamu ngerasain sakit.”
“Ma, Ela nggak ngerasa sakit, benaran, nggak tau kenapa Ela ngerasa sehat dan kuat Ma, sekarang pokoknya Ela mau ketemu Bayu, pasti saat ini dia butuhin Ela banget.”
“Ela, saat ini Bayu nggak butuh siapa-siapa lagi, dia udah aman Ela, dia udah tenang di sana, sekarang udah bahagia dengan kehidupannya sendiri, ada yang menjaga dia di sana.”
“Apa? Apa Ma, maksud Mama? Mama bohong!! Ela nggak percaya, nggak mungkin, nggak mungkin itu terjadi sama Bayu, dia udah janji Ma nggak akan pernah ninggalin Ela, dia sayang Ela, Ela sayang Bayu Ma .... nggak, nggak mungkin....

Teriakanku membuat semua suster datang ke tempatku, mereka berusaha menenangkanku, tapi aku nggak bisa, air mataku mengalir terus tiada hentinya, salah seorang suster baru saja akan memberiku suntikan penenang, tapi cepat-cepat aku elakkan.
“Tolong jangan suster, saat ini aku nggak butuh itu, aku hanya ingin menangis, aku nggak rela, aku marah sama Bayu, kenapa dia berani pergi ninggalin aku, padahal dulu dia udah janji nggak akan pernah pergi dariku, tapi kenapa Bayu bohong, kenapa sekarang justru dia pergi selamanya, dan aku tau dia nggak akan pernah kembali lagi kan untukku? Kenapa kamu tinggalin aku Bayu?”

“Ela, ini udah takdirnya, waktu Bayu udah habis di dunia, kamu jangan pernah marah sama Bayu sayang. Kamu harus yakin kalau sekarang Bayu udah bahagia di sana.”
“Ma, kenapa justru Bayu, kenapa buka Ela aja yang ada di sana? Ela mau kok Ma, Menggantikan Bayu, karena Ela sayang sama Bayu Ma, atau biarkan Ela untuk bersama dia sekarang, Ela pengen menyusul dia Ma, Ela nggak mau hidup di dunia ini tanpa dia, percuma Ma, percuma kalau nggak ada Bayu di sini, hidup Ela nggak ada arti apa-apa.”

Dengan cepat suster-suster itu memegang seluruh tubuhku, dan sesaat kemudian aku tertidur, di alam mimpi Bayu datang padaku. Dengan pakaian yang serba putih Bayu tersenyum padaku, dia berjalan mendekatiku, dia kelihatan senang sekali, seolah-olah dia mendapatkan kebahagiaan yang baru, yang tiada duanya di dunia, melihat Bayu terus-terusan tersenyum, rasanya aku ingin sekali ikut bersama dia, ikut merasakan kebahagiaan yang dia rasakan saat ini. Aku berusaha memeluknya dan menggenggam tangannya, dia membalas pelukanku, dia mendekapku, kembali aku meerasakan kenyamanan bersamanya, aku merasakan dia memberiku kekuatan, ketegaran, dia membelai rambutku dengan penuh rasa sayang, tapi pelan-pelan dia melepaskanku, dia justru menjauh dariku, semakin jauh, jauh dan hilang dari penglihatanku.

Saat aku sadar, aku menangis lagi, aku bukan menangis karena menahan sakit pada kepalaku, tapi aku menangis karena hatiku yang terasa amat sakit. Sekarang dunia bagiku terasa kelam, hujan nggak hanya membasahi bumi, tapi hujan membasahi kehidupanku, hatiku seolah-olah nggak berhenti menangis, menangisi orang yang telah pergi untuk selama-lamanya, dia nggak akan pernah kembali lagi.

Tiba-tiba mataku tertuju pada buku yang ada di atas meja, aku baru ingat kalau itu adalah buku yang dibelikan Bayu kemarin. Aku buka satu demi satu halaman buku itu, beberapa menit kemudian aku tenggelam dalam ceritanya. Aku menangis membaca buku itu, sekilas aku seolah-olah melihat wajah Bayu tersenyum di langit yang mendung di luar sana.

Entah kenapa sekarang aku kembali merasakan kekuatan itu, kekuatan cinta yang diberikan oleh Bayu, aku merasakan dia ada di dekatku, merangkulku, menenangkanku, aku dapat merasakan cinta dan sayangnya. Bayu, aku sangat mencintai dan menyayangi kamu, aku yakin kamu bahagia di sana, walaupun kamu sudah pergi dari kehidupanku, tapi kamu nggak akan pernah pergi dari hatiku, kamu abadi untukku, Bayu. Aku akan buktikan, kematianmu nggak akan pernah mengakhiri cintaku.***










































Cinta dan Persahabatan


Acara televisi sore ini tak satupun membuat aku tertarik. Kalau sudah begini aku bingung entah apa yang harus aku lakukan. Tio bersama Sany kekasihnya, sahabatku Ricky entah kemana? Mall, bioskop ataupun perpustakaan, bukan tempat yang aku suka, apalagi mesti pergi sendirian.
Ya pantai. kayaknya hanya pantailah, tempat yang mampu membuat aku merasa damai dan tak aneh jika aku pergi sendirian.
Kuambil jaket, lalu kusamber kunci dan pergi menuju garasi. Kukendarai mobil mama yang nganggur di sana. Papa dan mama lagi keluar kota, jadi aku bisa keluar dan mengendari mobilnya dengan leluasa.
Terik panas masih menyengat, walaupun waktu sudah menjelang sore. Namun tak membuat manusia-manusia di Ibukota berhenti beraktivitas meskipun di bawah terik matahari yang mampu membakar kulit. Jalan-jalan macet seperti biasanya. Dipenuhi mobil dari merek ternama ataupun yang sudah tak layak dikendarai.
Lalu di depan kulihat pemandangan lain lagi. Pedagang kaki lima duduk lesu menunggu pelangannya.
Krisis yang melanda membuat banyak orang hati-hati melakukan pengeluaran, bahkan untuk membeli jajan pasar.Walaupun tak seorang yang menghampirinya, namun dia tetap semangat menyapa orang-orang yang lewat dan akhirnya ada juga satu pembeli yang menuju arahnya.
Sekilas kulihat orang itu kok mirip sekali dengan Ricky. Kugosok-gosok mataku, menyakinkan pandanganku. Kutepikan mobilku, lalu aku berhenti di tepi jalan itu. Dengan setengah berlari, aku mengejar sosok itu.
Ah…kendaraan sore ini banyak sekali, sehingga membuat aku kesulitan untuk menyeberang jalan ini. Tapi akhirnya terkejar juga, dengan nafas tersengal-sengal, kujamah bahunya.
“Ky!” seruku tiba-tiba, sehingga membuatnya terkejut.
“Anda siapa?” tanya Ricky pura-pura tak mengenalku.
“Ky. Sekalipun kamu jadi gembel , aku akan tetap menggenalmu.” jelasku mendenggus kesal.
“Sudahlah, Sophia, jangan membuat aku terluka lagi.” tukasnya begitu sinis seraya beranjak pergi.
“Ky…Ky…knapa kamu tak pernah mau mendengarkan penjelasanku!” teriakku sekeras-kerasnya. Namun bayangan Ricky semakin menjauh dan akhirnya tak kelihatan.
***
Ricky, Tio dan aku adalah sahabat karib dari kecil. Setelah tumbuh besar, aku tetap mengganggap Ricky adalah sahabat terbaikku, tapi Ricky punya rasa berbeda dari persahabatan kami. Yang aku cintai adalah Tio. Ini yang membuat Ricky menjauhiku. Tapi yang Tio cintai bukan aku, tapi Sany, teman sekelasnya.
Cinta, sulit di tebak kapan dan di mana berlabuh!
Banyak orang tak bisa terima, jika cintanya ditolak, tapi bukankah cinta tak mungkin dipaksa?
Tak mendapatkan cinta Tio, tak membuatku menjauh darinya, tapi aku akan tetap menjadi sahabat baiknya. Walaupun ada sedikit rasa tidak puas, kadang rasa cemburu menganggu hati kecilku, saat kutahu untuk pertama kali, orang yang Tio cintai adalah orang lain.
Aku harus bisa menerima keputusannya , walaupun terasa berat . Bukankah, kebahagian kita adalah melihat orang yang kita cintai hidup berbahagia, baik bersama kita atau tidak?
Tapi tidak dengan Ricky, dia lebih memilih, meninggalkanku, mengakhiri persahabatan manis kami. Pergi dan aku tak pernah tahu kabarnya. Tapi apapun yang terjadi, aku akan selalu berharap suatu saat kami akan dipertemukan lagi.
Karena bagiku, cinta dan persahabatan adalah dua ikatan yang sama. Ikatan yang tak satupun membuat aku bisa memilih satu diantaranya.
***
Sudah seminggu, setiap hari, aku datang kepersimpangan ini. Berharap bisa melihat sosok Ricky lewat disekitar sini lagi. Tapi, Ricky hilang bagai ditelan bumi. Aku hampir putus asa.
Aku sudah capek menunggu, akhirnya aku bangun dan ingin beranjak pergi. Knapa tiba-tiba, indera keenamku, memberiku insting, kalau Ricky ada di sekitarku.
Kubalikan kepala, kulihat sosok Ricky setengah berlari menyeberang jalan di belakang posisiku. Aku berlari menggejar sosok itu. Kuikuti dia dari belakang. Aku pingin tahu dimana dia berada sekarang.
Akhirnya kulihat Ricky, masuk ke sebuah gang kecil, kuikuti terus , sampai akhirnya dia masuk ke sebuah rumah yang sangat sederhana.
“Knapa Ricky lebih memilih hidup disini, daripada di rumah megah orangtuanya?”
”Knapa dia, tinggalkan kehidupannya, yang didambakan banyak orang?”
”Knapa semua ini dia lakukan?”
“Knapa?”
Banyak pertanyaan yang tiba-tiba muncul di kepalaku.
Setelah dia masuk kurang lebih 10 menit, aku masih berdiri terpaku dalam lamunanku, dengan pertanyaan-pertanyan yang jawabanya ada pada Ricky. Aku dikejutkan suara seekor anak anjing jalanan, yang tiba-tiba menggonggong.
Aku memberanikan diri memencet bel di depan rumahnya itu.
“Siapa?” terdengar suara dari balik pintu.
Aku diam, tak memberi jawaban. Setelah beberapa saat aku lihat Ricky pelan-pelan membuka pintu. Nampak keterkejutannya saat melihatku, berada di depannya.
“Ky…boleh aku masuk?” tanyaku hati-hati.
“Maukah kamu memberikan sahabatmu ini, segelas air putih.” ujarku lagi.
Tanpa bicara, Ricky mengisyaratkan tangannya mempersilahkan aku masuk. Aku masuk keruangan tamu. Aku terpana, kulihat rumah yang tertata rapi. Rumah kecil dan sederhana ini ditatanya begitu rapi, begitu nyaman. Kulihat serangkai bunga matahari plastik terpajang di sudut ruangan itu.
“Ricky, kamu tak pernah lupa, aku adalah penggagum bunga -bunga matahari.” gumanku.
Dan sebuah akuarium yang di penuhi ikan berwarna-warni, rumput-rumput dari plastik dan karang-karang di dalamnya. Ricky tahu betul aku penggagum keindahan pantai dan laut. Walaupun hal-hal ini dulunya, setahuku, kamu tak menyukainya. Kulihat juga banyak foto persahabatan kami yang di bingkainya dalam bingkai kayu yang sangat indah, terpajang di dinding ruang tamu ini.
Bulir-bulir air mataku, perlahan-lahan mulai tak mampu aku bendung. Aku benar-benar terharu dengan semua yang Ricky lakukan. Begitu besar cinta Ricky buatku. Kupeluk dia, yang aku sendiri tak tahu, apakah pelukan ini adalah pelukkan seorang sahabat ataupun sudah berubah menjadi pelukan yang berbeda?
Ricky kaget, namun akhirnya dia membalas pelukanku, dan memelukku lebih erat lagi , seakan-akan ingin menumpahkan segala rindu yang sudah hampir tak terbendung dalam hatinya.
Kami menghabiskan sore ini dengan berbagi cerita, pengalaman kami masing-masing selama perpisahan yang hampir 2 tahun lamanya dan akhirnya Ricky mengajakku makan, ke sebuah restoran kecil yang sering dikunjunginya seorang diri, di dekat rumahnya. Terdengar alunan tembang-tembang romatis , suasana hening, membuat kami terbuai dalam hangatnya suasana malam itu.
***
Sekarang Ricky sudah tahu, Tio sudah bersama Sany. Kami sekarang menjadi 4 sekawan. Sany juga telah menjadi anggota genk kami.
Ternyata setelah aku mengenalnya lebih lama, Sany adalah sosok yang sangat baik hati, menyenangkan, ramah dan peduli dengan sahabat. Ah…menyesal aku tak mengenalinya lebih dalam sejak dulu.
“Ky , biarlah semua berjalan apa adanya, mungkin cinta akan pelan-pelan muncul dari hatiku.” ujarku suatu hari, saat Ricky mengungkit masalah ini lagi.
“Oke, aku akan selalu menunggumu. Sampai kapapun. Karena tak akan ada seorangpun yang mampu membuatku jatuh cinta . Hanya kamu yang mampu membuat aku damai, tenang dan bahagia.” jelasnya panjang lebar
Sekarang aku memiliki tiga orang sahabat baik. Tak akan ada lagi hari-hariku yang kulalui dengan kesendirian, kesepian dan kerinduan.
Hampir setiap akhir pekan, kami menghabiskan waktu bersama, ke pantai, ke puncak ataupun hanya sekedar berkaroke di rumah sederhana Ricky. Hidup dengan tali persahabatan yang hangat, membuat hidup semakin berarti dan lebih bahagia.
***
Waktu berjalan begitu cepat. Tiga tahun sudah berlalu. Kebaikan-kebaikan Ricky mampu membuat aku merasa butuh dan suka akan keberadaannya di sampingku. Rasa itu pelan-pelan tumbuh tanpa kusadari dalam hatiku.
Aku jatuh hati padanya setelah melalui banyak peristiwa. Cinta datang, dalam dan dengan kebersamaan.
Apalagi dengan sikap dan perbuatan yang ditunjukannya. Membuat aku merasa, tak akan ada cinta laki-laki lain yang sedalam cinta Riky.
Sekarang Ricky bukan hanya kekasih yang paling aku cintai tapi juga seorang sahabat sejati dalam hidupku.





























Keajaiban Sepasang Mata

Perkenalkan namaku Zalva Suci Zahra. Nama panggilanku Arie. Aku adalah seorang cewek tomboy, tetapi aku bukan cewek tomboy yang orang-orang fikirkan tentang cewek tomboy pada umunya. Rambutku panjang dan aku berdandan seperti cewek feminim. Orang-orang menganggapku tomboy karena hobiku . yaitu aku suka dengan olahraga yang banyak disukai cowo-cowok. Seperti olahraga “basket”. Aku merasa dengan bermain baket dan berada dilapangan basket semua beban dan maalahku hilang. Aku juga selalu semangat dan nyaman kalau berada dilapangan basket.


Hari ini seperti biasanya aku berada dilapangan basket UNM. Aku melempar bola basket ku dengan keras sampai bola basketku keluar dilapangan. Aku bergegas mengambil bola basketku. Tetapi ketika aku mau tunduk untuk mengambilnya,tiba-tiba ada seorang cowok yang mengambilkan bola basketku itu untukku. Betapa kagetnya diriku saat melihat cowok itu. Ahhh,,, senyumannya sangat maniss, matanya bulat, dan dia juga mempunyai dua lesung pipi yang sangat dalam di pipinya. Dia menjabarkan tangannya sambil tersenyum dan menyebutkan namanya…
“Hay, aku Zul! Kalau boleh tau nama kamu siapa???”
“Iya, aku Arie!!” aku memandangnya dengan senyum”
“Kalau boleh tau kamu anak kompleks ini juga yah? Tanya Zul sambil tersenyum”…
“iya aku anak kompleks disini juga.”kataku gugup”
“berarti kita satu kompleks dong. Aku baru tau kalau dikompleks ini ada cewek manis kayak kamu!”
Dengan senyum manis Zul mengatakannya padaku.”
Kaget dan malu langsung menyambarku seperti petir..
Aku tidak tau bagaimana wajahku sekarang. Apakah masih tetap kelihatan tenang atau sudah berubah menjadi merah aku tidak tau. Aku dan Zul pun bertukaran nomer hp. Setelah itu aku berpamitan pulang kepada Zul …

Keesokan Harinya disekolah aku menceritakan kajadian yang aku alami kemarin dilapangan basket kepada sahabatku Retno…
“No, kemarin aku bertemu dengan seorang cowok manis dan baik sekali. Namanya Zul, “
Retno bilang”bagaimana caranya kamu bias bertemu dengannya?”
Ketika aku mau menjawab pertanyaan Retno, dilapangan baket sekolahku, aku melihat seorang cowok yang membuat jantungku berdetak kencang, sekencang larinya motor Rossi yang sedang berlomba…
“NO,no… itu…!” aku berkata dengan Retno seperti aku melihat seuatu yang sangat mengejutkan.”
“oh itu ,, dia Zul, anak kelas 3A”. dia itu adalah kapten tim basket disekolah kita. Masa kamu tidak tau..”Retno berkata bingung.
Aku berfikir mungkin aku terlalu cuek di sekolah sampai-sampai aku tidak sadar kalo disekolah ini mempunyai siswa sempurna seperti Zul.
“hey, kok kamu melamun sih rie?” Retno menepuk pundakku dengan keras.
“Auu … sakit no! kalau begitu kita balik ke kelas yuk. Bel sudah bunyi tuh…” beranjak pergi sambil tetap memandang wajah Zul yang masih berada dilapangan basket bersama-teman-temannya.
“Pelajaran menjengkelkan ini lagi yang akan dipelajari di kelas no.” kataku dengan muka mengeluh!
“kita tidak boleh seperti itu rie, kita harus menerima pelajaran,, walaupun pelajaran yang tidak kita sukai! Kata Retno sambil tersenyum>.”
Kami berdua jalan dikoridor sekolah yang mulai sunyi. Sesampai didalam kelas ternyata pak guru sudah ada didalam kelas. Kami berdua dihukum karena terlambat masuk kelas. Dengan wajah yang marah pak guru berkata kepada kami berdua “KELUAR!”
Terpaksa kami berdua dihukum tidak boleh masuk kelas selama  jam mata pelajarannya. Tetapi kemalangan kami langsung hilang ketika Zul lewat dihadapan kami sambil memamerkan senyuman mautnya. Tiba-tiba Zul menghampiri kami dan berkata.”kenapa kalian berdua ada diluar, bukannya guru kalian ada di dalam kelas?”
“kita berdua dihukum kak Zul, karena kita terlambat masuk kelas” kataku kepada Zul.”
“Kalau begitu sini, aku bantu kalian agar kalian bias masuk dalam kelas”kata Zul menawarkan”
Setelah Zul berbicara dengan pak guru kami berdua langsung dipersilahkan masuk dalam kelas. Aku tidak tau apa yang dibicarakan Zul dengan pak guru.. Ah masa bodoh aku rasa itu tidak penting..
“makasih yah Kak Zul atas bantuannya!” kataku sambil tersenyum..
“ia sama-sama” kata zul tersenyum dan pergi meninggalkan kelasku…

Lagi-lagi dia membantuku. Dia memang It’s my Hero untukku. Kring…kring..! aku bergegas untuk pulang kerumah. Setelah itu aku bersiap untuk pergi kelapangan basket yang berada dikompleks rumahku. Lagi-lagi aku bertemu dengannya . aku meraa senang banget dapat bermain basket dengannya. Setelah cukup lama kami bermain basket aku dan Zul beristirahat. Kita duduk berdekatan. Dan tiba-tiba Zul memegang tanganku dan mengungkapkan isi hatinya padaku.
“Rie aku sudah suka sama kamu sejak pertama kali kita bertemu dilapangan basket ini. Kamu mau ngk menjadi pacarku!? . dengan gugup aku berkata“ iya kak sebenarnya aku juga suka sama kamu..
“berati kamu mau jadi pacarku?” kata zul dengan muka mengharap.
“iya aku mau jadi pacarmu” kataku
Hari itu kami resmi jadian. Aku senang sekali punya pacar seperti Zul.
Keesokan harinya Zul menjemputku didepan rumahku dan kami berangkat bersama-sama  ke sekolah. Sesampainya di sekolah kami pun pergi kekelas masing-masing.  Aku menceritakan ini semua kepada sahabatku Retno…
Waktu berjalan dengan cepat 5 bulan tidak terasa aku sama Zul jadian. Hari-hariku sangat menyenangkan selama aku jadian dengan Zul.
Memasuki bulan ke 6 ada perubahan yang aku rasakan kepada Zul. Dia tidak eperti yang dulu selalu ada buatku dan slalu menemaniku. Sepertinya dia menghindar dariku. Telponku tidak pernah diangkat dan sms ku tidak pernah diblas. Aku bingung perasaan aku tidak punya masalah dengannya..
Memasuki bulan ke 7 aku sangat resah karena dia tidak pernah lagi memberikan kabar kepaku. Terpaksa aku memberanikan diri datang kerumahnya. Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya. Motorku melaju dengan cepat sampai-sampai aku tidak melihat bahwa ada mobil truk dihadapanku..
Bruukkk!!!...
Semuanya tiba-tiba gelap..
Beberapa hari kemudian aku sadar tetapi aku melihat semua yang dihadapanku gelap. Betapa terkejutnya aku mendengar cerita orangtuaku yang mengatakan kalau aku buta karena kecelakaan yang menimpaku. Aku merasa hidupku sudah hancur. Tetapi semua itu berubah waktu aku mendengar suara laki-laki yang aku cintai. Tidak salah lagi itu adalah Zul. Dengan cepat aku terbangun “Zul menggenggam tanganku dan berkata “Rie, kamu kenapa sayang?’ kenapa kamu jadi seperti ini?”aku sayang sekali dengan kamu.” Kata Zul dengan suara tangisannya.
“kamu kemana saja Zul… aku kangen sama kamu.. tapi knapa kamu tinggalkan aku Zul”? kataku sambil menitihkan air mata.
“aku minta maaf, aku memang salah, aku janji akan menemanimu  dan menjagamu. Zul lalu memelukku. Selama dirumah sakit Zul elalu menemani dan menghiburku. Orang tua ku merasa kecewa karena dokter mengatakan tidak ada donor mata untukku. Tetapi aku tidak sedih karena Zul slaluu menemaniku. Tetapi aku merasa Zul pergi lagi. 1 minggu ini dia tidak ada kabar. Orang tuaku mendapatkan kabar bahwa sudah ada donor mata untukku. Aku sangat senang sekali. Aku inging sekali melihat wajah orangtuaku dan orang yang aku sayangi. Aku ingin sekali memberitahukan kabar berita ini kepada Zul. Tetapi dia tidak datang lagi.
Hari yang kutunggu akhirnya datang juga, hari ini aku di operasi. Akhirnya aku selesai operasi dengan selamat. Beberapa hari kemudian perbanku dibuka. Aku berharap orang yang pertama kau lihat adalah Zul. Tetapi itu semua sia-sia karena Zul tidak datang.Kecewa, sedih, dan marah berkumpul jadi satu.
Sekarang aku sudah bias menjalani lagi hari-hariku seperti biasa. Aku pergi ditempat favorite ku dengan Zul. Tetapi Zul tidak ada.
Sebulan kemudian aku memaksa orangtuaku untuk mengantarku kerumah Zul. Orangtuaku seketika menangis. Aku sangat kaget dan penasaran apa yang telah terjadi…
Sesampainya dirumah Zul orangtuanya langsung memelukku dan menangis. Aku merasa ada sesuatu yang terjadi.
“tante, om Zul mana?”kataku sambil meneteskan air mata.”
Orangtua zul lalu membawaku ke tempat favorite ku dengan Zul. Sesampainya di sana orantua Zul mengeluarkan sebuah handycam dan memperlihatkan rekaman padaku. Tangisanku terpecah ketika melihat bahwa rekaman itu adalah Zul. Wajahnya pucat dan berkata “ buat orang yang aku sayangi Arie. Aku minta maaf karena aku udah bikin kamu sakit hati. Aku terkena penyakit kanker hati dan hidupku tidak lama lagi. Aku mau bilang makasih karena kamu udah beri warna dalam hidupku yang sangat singkat ini. Semoga dengan aku mendonorkan mataku  ke kamu, aku akan selalu dihatimu dan masih berguna kepada oranglain. “AKU SAYANG KAMU ARIE”
Aku menangis sambil menyebut nama Zul.  Aku membayangkan  masa-masa ku dengan Zul. Sedih dan hancurnya perasaanku saat ini.
Tapi teman-temanku dan keluargaku selau membuatku bangkit. Aku sadar Zul memang sudah tidak ada. Tetapi Zul selalu hidup dihati dan ditubuhku karena mata Zul menjadi mataku dan ampai kapan pun Zul telah memberikan cinta dan kasih dihidupku dan akan selalu ada dihatiku…

“I LOVE YOU SO MUCH ZUL