English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

MAGNET DAN ELEKTROMAGNETIK


MAGNET  DAN ELEKTROMAGNETIK


A.    Pengertian Magnet dan Gaya Magnet
Magnet berasal dari kata Magnesia yaitu tempat orang Yunani menemukan sifat magnet yang terdapat dalam batu-batuan yang dapat menarik logam. Magnet disebut juga besi berani. Macam-macam bentuk magnet :
1. magnet jarum
2. magnet ladam (tapal kuda)
3. magnet huruf U
4. magnet keping
5. magnet batang
6. magnet silinder
7. magnet cincin
nama magnet biasanya disesuaikan dengan bentuknya.

B.     Sifat-sifat Magnet
  1. Magnet mempunyai gaya tarik terhadap benda lain disebut dengan gaya magnet.
Gaya tarik paling besar berada pada kutub-kutubnya. Gaya magnet adalah gaya yang ditimbulkan oleh daya tarik magnet. Hanya benda-benda yang memiliki sifat tertentu saja yang dapat ditari oleh magnet. Magnet dapat menarik benda yang bersifat magnetis disebut feromagnetik misalnya besi, baja, kobalt, nikel. Magnet tidak dapat menarik benda yang bersifat non magnetis disebut diamagnetis misalnya emas, tembaga, perak, aluminium, kaca, kertas, karet, plastik.
Kekuatan gaya magnet untuk menarik benda yang bersifat magnetic dipengaruhi oleh gaya magnet, jarak benda magnetik, dan ujung-ujung magnet/ kutub magnet.
  1. Magnet mempunyai dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan.
Kekuatan sifat magnet paling besar terdapat pada kutub-kutubnya. Jika kutub senama (utara-utara atau selatan-selatan) dihadapkan maka kedua magnet akan saling menolak. Jika kutub yang berbeda (utara-selatan) dihadapkan maka kedua magnet akan saling menarik. Jika kutub tidak senama dari dua, tiga, empat buah magnet dihubungkan maka akan terbentuk satu magnet baru yang memiliki satu kutub utara dan satu kutub selatan. Jika sebuah magnet dipotong menjadi dua bagian, maka akan terbentuk dua magnet yang masing-masing memiliki kutub utara dan kutub selatan.
  1. Di sekitar medan magnet terdapat garis magnet.
Daerah di sekitar magnet yang dipengaruhi gaya tarik magnet disebut medan magnet. Yang paling kuat terletak pada kutubnya.  Medan magnetik didefinisikan sebagai daerah atau ruang di sekitar magnet yang masih dipengaruhi gaya magnetik. Kuat dan arah medan magnetik dapat juga dinyatakan oleh garis-garis gaya magnetik.
Ada tiga aturan garis-garis medan magnet, yaitu :
  1. Garis-garis medan magnet tidak pernah memotong satu sama lain
 Gambar 6.1
  1. Garis-garis medan magnet selalu keluar dari kutub utara dan memasuki kutub selatan dan membentuk kurva tertutup.
 Gambar 6.2
c. Jika garis-garis medan magnet di daerah tertentu rapat, maka medan magnetis pada daerah itu kuat, demikian sebaliknya jika garis-garis medan magnet renggang, maka
medan magnetis di daerah itu lemah.
 Gambar 6.3


C.     Cara Membuat Magnet
Seiring dengan teknologi yang semakin maju, maka dibuatlah magnet buatan. Bahan yang dapat dibuat untuk membuat magnet adalah besi atau baja. Besi lebih mudah dibuat menjadi magnet namun kemagnetannya cepat hilang. Baja sangat sukar dibuat magnet. Namun demikian, kemagnetannya lebih tahan lama dibandingkan dengan magnet yang dibuat dari besi. Terdapat beberapa cara dalam pembuatan magnet di antaranya adalah
cara induksi, menggosok, dan mengalirkan arus listrik.
1) Cara induksi
Magnet dapat dibuat dengan cara induksi, yaitu mendekatkan atau menempelkan magnet pada benda yang akan dijadikan sebagai magnet, contohnya paku. Benda magnetis yang menempel pada magnet dapat menarik benda-benda magnetis lainnya, contohnya jarum atau pak payung.
2) Cara Menggosok
Magnet dapat dibuat dengan cara menggosok benda yang akan dijadikan magnet dengan magnet batang yang kita miliki atau terdapat di sekolah. Untuk mendapatkan magnet dengan cara menggosok,
lakukanlah langkah-langkah berikut ini.
a) Letakkan sebatang besi atau baja yang akan dijadikan magnet di
atas meja.
b) Gosokkan salah satu kutub magnet pada besi atau baja tersebut
dengan kuat dan searah.
c) Lakukan gosokkan tersebut berulang-ulang. Semakin lama menggosok maka semakin kuat kemagnetannya.
3) Mengalirkan arus listrik
Untuk membuat magnet dengan cara mengalirkan arus listrik, kita membutuhkan paku yang cukup besar, kawat kumparan, dan batu baterai sebagai sumber arus listriknya. Perhatikan cara pembuatan
magnet dengan mengalirkan arus listrik berikut ini!
a) Lilitkan paku dengan kawat kumparan. Semakin banyak kumparan
maka kemagnetannya akan semakin kuat
b) Sambungkan kedua kawat kumparan pada batu baterai.
c) Dekatkan paku tersebut dengan jarum atau paku payung maka jarum dan paku payung akan menempel pada paku.


D.    Penggunaan Magnet dalam Kehidupan Sehari-hari
Penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari :
1. Kompas
Pada kompas terpasang magnet jarum yang selalu menunjuk arah utara dan selatan.
2. Alat Pengangkut Besi Tua
Alat pengangkut besi tua menggunakaneketromagnet yang dialiri arus lisrik kuat sehingga besi tua akan menampel pada magnet.
3. Ujung Gunting dan Obeng
Ujung gunting dibuat dari magnet supaya dapat digunakan untuk mengambil jarum dan pisau silet. Ujung obeng dibuat dari magnet agar dapat lebih mudah mengambil sekrup dan dan memasangnya pada lubang.
4. Pintu Kulkas
Pada bagian dalam pintu kulkas terdapat sekat karet yang melapisi magnet di dalamnya. Tujuannya agar pintu kulkas selalu tertutup rapat sehingga makanan di dalamnya tetap segar.
5. Buah Catur
Bagian bawah papan catur memiliki magnet agar buah catur tetap menempel kuat pada tempatnya.
6. Kereta Api Maglev (Magnetic Levitation)
Kereta api jenis ini tidak memiliki roda dan dapat meluncur di atas udara. Rel kereta api ini terbuat dari magnet untuk menyangga kereta api dan membuat kereta api melayang dan bergerak.
7. Dinamo Sepeda
Di dalam dinamo sepeda terdapat magnet yang berputar membangkitkan listrik sehingga lampu dapat menyala.
8. Bel listrik
Bel listrik menggunakan inti besi yang dialiri arus listrik. Magnet yang muncul manarik jangkar besi sehingga pemukul mengenai bel dan bel berbunyi.




ELEKTROMAGNETIK

Pada tahun 1819, Hans Christian Oersted menemukan bahwa medan magnet dapat timbul di sekitar penghantar yang dialiri arus listrik. Penemuan ini didasarkan atas percobaan dengan menempatkan kompas disekitar kawat di sekitar kawat berarus listrik.

Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil pecobaan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Di sekitar paenghantar yang dialiri arus listrik terdapat medan magnet.
  2. Arah gaya magnet yang menyimpangkan jarum kompas tergantung pada arah arus listrik yang mengalir dalam penghantar.



2 komentar:

ade rizky tri prasojo mengatakan...

makasih bro. artikelnya sangat bermanfaat :)

DJ AFIP mengatakan...

Rajalistrik.com

Poskan Komentar