English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

LAPORAN BIOLOGI UJI OKSIGEN HASIL FOTOSINTESIS


LAPORAN BIOLOGI
UJI OKSIGEN HASIL FOTOSINTESIS












 














Disusun oleh :
Nama : Joni Arisandi
Kelas : XII A3/18


SMA NEGERI 1 JETIS
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
BAB I

PENDAHULUAN

A.               Latar Belakang
Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan. Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong pada organisme autotrof, yaitu makhluk hidup yang dapat mensintesis sendiri senyawa organik yang dibutuhkannya. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang dibentuk oleh tumbuhan hijau dari proses fotosintesis. Fotosintesis atau asimilasi karbon adalah proses pengoubahan zat-zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil menjadi zat organik karbohidrat dengan bantuan cahaya. Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Proses ini hanya akan terjadi jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang terdapat dalam kloroplas.Kalau fotosintesis adalah suatu proses penyusunan (anabolisme atau asimilasi) di mana energi diperoleh dari sumber cahaya dan disimpan sebagai zat kimia, maka proses respirasi adalah suatu proses pembongkaran (katabolisme atau disasimilasi) di mana energi yang tersimpan dibongkar kembali untuk menyelenggarakan proses – proses kehidupan

B.               Rumusan Masalah
            Setelah mengetahui latar belakang laporan penelitian ini, peneliti dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apakah faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis?
2.      Bagaimana pengaruh suhu terhadap proses fotosintesis?
3.      Bagaimana pengaruh cahaya terhadap proses fotosintesis?
4.      Apakah hasil dari proses fotosintesis?


C.                Tujuan
      Laporan penelitian kali ini bertujuan untuk :
1.      Mengetahui faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis.
2.      Mengetahui pengaruh suhu atau temperatur terhadap proses fotosintesis.
3.      Mengetahui pengaruh cahaya terhadapat proses fotosintesis.
4.      Mengetahui hasil akhir fotosintesis.




































BAB III

METODELOGI


A.        Waktu Pelaksanaan
Hari dan tanggal           : Jumat, 12 Agustus 2011
Pukul                            : 11.15WIB
Tempat                          : Lab.Biologi SMA N 1 Jetis, Bantul.

B.         Variabel
a.    Variabel bebas yang dibuat berbeda dalam eksperimen ini yaitu suhu,  cahaya, dan bahan fotosintesis.
b.   Variabel terkontrol yang dibuat sama sebagai pengontrol yaitu tanaman yang   digunakan (Hydrilla verticillata).
c.    Variabel terikat adalah hasil perlakuan dari variabel bebas dan variabel  terikat yaitu jumlah gelembung yang dihasilkan.

C.         Alat Dan Bahan
·         Tabung reaksi 4 buah
·         Corong kaca 4 buah
·         Termometer suhu 1 buah
·         Kawat penyangga 12 buah
·         Gelas kimia 4 buah
·         Cawan 1 buah
·         Sendok 1 buah
·         stopwact
·         Bongkahan es
·         Air
·         Larutan NaHCO3
·         Hydrill verticillata


D.        Cara Kerja
Cara kerja untuk fotosintesis yang menggunakan cahaya matahari langsung:
1.      Menyiapkan alat dan bahan
2.      Memotong Hydrilla verticillata dengan panjang 7 cm sebanyak 5 buah.
3.      Memasukkan Hydrilla verticillata secara bersamaan kedalam corong kaca.
4.      Menutup gelas kimia dengan corong kaca yang telah diberi Hydrilla verticillata.
5.      Menutup corong kaca dengan gelas kimia.
6.      Mengisi gelas kimia dengan air sampai penuh dan jangan sampai terdapat gelembung dan mengkaitkan corong kaca dengan kawat penyangga.
7.      Sebelum memanaskan Hydrilla verticillata dalam 3 gelas kimia yang bebrbeda dengan sinar matahari lansung lakukan hal :
a.       Mengukur suhu awal air, gunakan  suhu 150C dalam gelas kimia ke-II.
b.      Memberi tambahan larutan NaHCO3 dalam air pada gelas kimia ke-III.
c.       Mencari ruangan yang mengandung cahaya pada gelas kimia ke-IV.
8.      Memanaskan secara bersamaan anatara gelas kimia 1,II,III, dan IV dibawah sinar matahari langsung untuk gelas kimia I, II (suhu harus stabil dalam keadaan 15oC, jika naik tambah es agar turun kembali stabil), III.
9.      Menghitung jumlah gelembung yang dihasilkan dalam 5 menit pertama, 5 menit ke dua, dan 5 menit ke tiga.
10.  Mencatat jumlah gelembung dalam tabel dan kemudian dirata-rata.


Cara kerja untuk fotosintesis yang tidak menggunakan cahaya matahari :
1.      Menyiapkan alat dan bahan
2.      Memotong Hydrilla verticillata dengan panjang 7 cm sebanyak 5 buah.
3.      Memasukkan Hydrilla verticillata secara bersamaan kedalam corong kaca.
4.      Menutup gelas kimia dengan corong kaca yang telah diberi Hydrilla verticillata.
5.      Menutup corong kaca dengan gelas kimia.
6.      Mengisi gelas kimia dengan air sampai penuh dan jangan sampai terdapat gelembung dan mengkaitkan corong kaca dengan kawat penyangga.
7.      Memasukkan gelas kimia tersebut dalam tempat yang gelap.
8.      Menghitung jumlah gelembung yang dihasilkan dalam 5 menit pertama, 5 menit ke dua, dan 5 menit ke tiga.
9.      Mencatat jumlah gelembung dalam tabel dan kemudian dirata-rata.





BAB IV

TABEL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A.Tabel Pengamatan
                  Hasil pengamatan dalam penelitian atau percobaan dalam uji kandungan makanan didapat data atau tabel sebagai berikut :
No
Perlakuan Hydrilla verticillata
Jumlah gelembung dalam
Rata-rata
5 menit I
5 menit II
5 menit III
1
Sinar matahari + air
849 gelembung
988 gelembung
1038 gelembung
958,3 gelembung
2
Sinar matahari + air + es
(150C)
1 gelembung
-
-
0,333 gelembung
3
Sinar matahari + air + NaHCO3
947 gelembung
1053 gelembung
1120 gelembung
1040 gelembung
4
Tanpa Sinar matahari + air
-
-
-
-



B. PEMBAHASAN
Fotosintesis adalah suatu proses biologi yang kompleks, proses ini menggunakan energi matahari yang dapat dimanfaatkan oleh kloropil yang terdapat dalam kloroplas. Fotosintesis selain memerlukan cahaya matahari sebagai bahan bakar juga memerlukan karbondioksida dan air sebagai bahan anorganik yang akan diproses untuk menghasilkan karbohidrat dan melepaskan oksigen.
Reaksi yang terjadi saat fotosintesis adalah :
CO2 + H2O                 C6H12O6+O2

Dari reaksi tersebut kita dapat memperkirakan bahwa pada fotosintesis terbentuk oksigen.. Hydrilla dimasukkan ke dalam gelas beaker yang terlebih dahulu telah dilengkapi dengan corong penutup dan gelas kimia, kemudian dimasukkan air yakinkan pada saat air memenuhi gelas beaker dan masuk kedalam gelas kimia tidak terdapat gelembung udara dari luar.
Pada percobaan yang pertama .Pada Hydrilla hanya mengunakan air biasa kemudian diletakkan ditempat yang terang terkena sinar matahari langsung kemudian setelah itu diamati apakah terlihat gelembung. pada 5 menit pertama banyak gelembung yang muncul adalah berjumlah 849 gelembung kemudian 5 menit sselanjutnya gelembung  bertambah sejumlah 988 gelembng lalu 5 menit yang terakhir pengamatan banyak gelembung sebanyak 1038.Dari hasil yang didapat tersebut membuktikan bahwa percobaan menghasilkan oksigen terlihat dari banyaknya gelembung yang muncul dan lamanya waktu percobaan membuktikan semakin banyaknya oksigen yang muncul.Dan lamanya waktu percobaan juga mempengaruhi laju oksigen yang dihasilkan.
Pada percobaan yang kedua.Pada Hydrilla menggunakan air es yang suhunya 15oc dan kemudian diletkkan di tempat yang terang yang terkena sinar matahai secara langsung.pada saat percobaan 5 menit pertama banyaknya gelembung yang muncul adalh 1 buah,kemudian 5menit selanjutnya ketika diamati tidak muncul adanya gelembung hal yang sama juga terjadi pada 5 menit berikutnya.meskipun hanya memunculkan 1 gelembung itu sudah membuktikan adnya oksigen pada percobaan tersebut. Apabila dibandingkan dengan percobaan pertama tadi perbedaan munculnya gelembung yang membuktikan adanya oksigen sebagai hasil dari fotosintesis sangat signifikan perbedaannya itu membuktikan bahwa fotosintesis dipengaruhi oleh temperatur(suhu)dan dalam suhu yang dingin ternyata mempengaruhi kerja enzim dan kerjanya kurang optimal.
Pada percobaan yang ketiga ini pada .Pada Hydrilla menggunakan larutan NaHCO3 dan kemudian diletakkan ditempat terang yang langsung terkena cahaya dari tabel pengamatan dapat terlihat pada percobaan 5menit pertama menghasilkan gelembung sebanyak 947 gelembung kemudian pada 5 menit selanjutnya gelembung yang muncul terlihat sebanyak 1053 gelembung setelah itu pada 5 menit yang terakhir gelembung yang muncul bertambah menjadi 1120 gelembung.Itu membuktikan bahwa pada percobaan yang ketiga ini mengunakan larutan NaHCO3 menghasilkan oksigen.Dan apabila dibandingkan dengan percobaan yang pertama hasilnya beda itu membuktikan bahwa intensitas cahaya dan larutan NaHCO3 yang terurai menjadi NaOH dan CO2. Dan NaHCO3 menambah substrat dalam bahan untuk proses fotosintesis makanya hasil gelembung yang dihasilkan lebih banyak dan oksigen yang dihasikan juga lebih banyak dibandingkan dengan ercobaan yang pertama tanpa ada tambahan hanya terkena sinar matahari langsung.
Pada percobaan yang keempat ini Hydrilla diletakkan didalam tempat yang tidak ada cahaya sama sekali dan terlihat dari tbel pengamatan tidak adanya gelembung yang muncul itu membuktikan dalam proses fotosintesis dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan tidak adanya oksigen yang dihasilkan.

















































BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi dibagian daun satu tumbuhan yang memiliki kloropil, dengan menggunakan cahaya matahari. Cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tumbuhan untuk proses tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses fotosintesis, hal ini disebabkan kloropil yang berada didalam daun tidak dapat menggunakan cahaya matahari karena kloropil hanya akan berfungsi bila ada cahaya matahari (Dwidjoseputro, 1986)
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organic H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari (Kimball, 2002).
Energi foton yang digunakan untuk menggerakkan elektron melawanan gradient panas di dalam fotosistem I dari sebuah agen dengan tenaga reduksi kuat, yang secara termodinamis mampu mereduksi CO2 di dalam fotosistem II dari air dengan pelepasan O2, jika sebuah molekul pigmen menyerap sebuah foton masuk ke dalam sebuah keadaan tereksitasi, karena satu elektronnya pada keadaan dasar pindah ke orbit (Anwar, 1984).
Fotosistem ada dua macam, yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Fotosistem I tersusun oleh klorifil a dan klorifil b dengan perbandingan 12:1 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 700 nm. Pada fotosistem II perbandingan klorofil a dan klorofil b yaitu 1:2 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 680 nm (Syamsuri, 2000).
Fotosintesis merupakan proses sintesis senyawa organik (glukosa) dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan bantuan energi cahaya matahari. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Maka persamaan reaksinya dapat dituliskan :
Kloropil
6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2 + Energi
Sinar matahari
Tergantung pada bahan yang digunakan, maka jumlah mol Co2 yang dilepaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama. Persamaan reaksi kimia respirasi merupakan kebalikan dari reaksi kimia fotosintesis (Syamsuri, 2000).
Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida)
Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum), sedangkan reaksi gelap terjadi di dalam stroma.[  Dalam reaksi terang, terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia dan menghasilkan oksigen (O2).[18] Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi (ATP dan NADPH).[18] Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi terang.[18] Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. Reaksi gelap bertujuan untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula.[18] Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan, hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis, yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm).[18] Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 - 700 nm), hijau kuning (510 - 600 nm), biru (410 - 500 nm) dan violet (< 400 nm).[19] Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis.[19] Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis.[19] Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu.[19] Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda.[19] Kloroplas mengandung beberapa pigmen. Sebagai contoh, klorofil a terutama menyerap cahaya biru-violet dan merah.[19] Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang, sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang. Proses absorpsi energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron.[12] Proses ini merupakan awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis.
Reaksi terang
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f2/Reaksiterang.png/450px-Reaksiterang.png

Reaksi terang dari fotosintesis pada membran tilakoid
Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2.[20] Reaksi ini memerlukan molekul air dan cahaya matahari. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena.[20]
Reaksi terang melibatkan dua fotosistem yang saling bekerja sama, yaitu fotosistem I dan II.[21] Fotosistem I (PS I) berisi pusat reaksi P700, yang berarti bahwa fotosistem ini optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 700 nm, sedangkan fotosistem II (PS II) berisi pusat reaksi P680 dan optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm.[21]
Mekanisme reaksi terang diawali dengan tahap dimana fotosistem II menyerap cahaya matahari sehingga elektron klorofil pada PS II tereksitasi dan menyebabkan muatan menjadi tidak stabil.[21] Untuk menstabilkan kembali, PS II akan mengambil elektron dari molekul H2O yang ada disekitarnya. Molekul air akan dipecahkan oleh ion mangan (Mn) yang bertindak sebagai enzim.[21] Hal ini akan mengakibatkan pelepasan H+ di lumen tilakoid. Dengan menggunakan elektron dari air, selanjutnya PS II akan mereduksi plastokuinon (PQ) membentuk PQH2.[21] Plastokuinon merupakan molekul kuinon yang terdapat pada membran lipid bilayer tilakoid. Plastokuinon ini akan mengirimkan elektron dari PS II ke suatu pompa H+ yang disebut sitokrom b6-f kompleks.[20] Reaksi keseluruhan yang terjadi di PS II adalah[21]:
2H2O + 4 foton + 2PQ + 4H- → 4H+ + O2 + 2PQH2
Sitokrom b6-f kompleks berfungsi untuk membawa elektron dari PS II ke PS I dengan mengoksidasi PQH2 dan mereduksi protein kecil yang sangat mudah bergerak dan mengandung tembaga, yang dinamakan plastosianin (PC).[21] Kejadian ini juga menyebabkan terjadinya pompa H+ dari stroma ke membran tilakoid.[21] Reaksi yang terjadi pada sitokrom b6-f kompleks adalah[21]:
2PQH2 + 4PC(Cu2+) → 2PQ + 4PC(Cu+) + 4 H+ (lumen)
Elektron dari sitokrom b6-f kompleks akan diterima oleh fotosistem I.[21] Fotosistem ini menyerap energi cahaya terpisah dari PS II, tapi mengandung kompleks inti terpisahkan, yang menerima elektron yang berasal dari H2O melalui kompleks inti PS II lebih dahulu.[21] Sebagai sistem yang bergantung pada cahaya, PS I berfungsi mengoksidasi plastosianin tereduksi dan memindahkan elektron ke protein Fe-S larut yang disebut feredoksin.[21] Reaksi keseluruhan pada PS I adalah[21]:
Cahaya + 4PC(Cu+) + 4Fd(Fe3+) → 4PC(Cu2+) + 4Fd(Fe2+)
Selanjutnya elektron dari feredoksin digunakan dalam tahap akhir pengangkutan elektron untuk mereduksi NADP+ dan membentuk NADPH.[21] Reaksi ini dikatalisis dalam stroma oleh enzim feredoksin-NADP+ reduktase.[21] Reaksinya adalah[21]:
4Fd (Fe2+) + 2NADP+ + 2H+ → 4Fd (Fe3+) + 2NADPH
Ion H+ yang telah dipompa ke dalam membran tilakoid akan masuk ke dalam ATP sintase.[1] ATP sintase akan menggandengkan pembentukan ATP dengan pengangkutan elektron dan H+ melintasi membran tilakoid.[1] Masuknya H+ pada ATP sintase akan membuat ATP sintase bekerja mengubah ADP dan fosfat anorganik (Pi) menjadi ATP.[1] Reaksi keseluruhan yang terjadi pada reaksi terang adalah sebagai berikut
Sinar + ADP + Pi + NADP+ + 2H2O → ATP + NADPH + 3H+ + O2


Reaksi gelap
Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur, yaitu siklus Calvin-Benson dan siklus Hatch-Slack.[22] Pada siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa ribulosa 1,5 bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3-phosphogliserat.[22] Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui jalur ini dinamakan tumbuhan C-3.[22] Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada tumbuhan ini dibantu oleh enzim rubisco.[22] Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah penambatan CO2 adalah oksaloasetat yang memiliki empat atom karbon. Enzim yang berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxilase.[22]
Siklus Calvin-Benson
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/dd/Reaksi_gelapedit_copy.png/400px-Reaksi_gelapedit_copy.png

Siklus Calvin-Benson
Mekanisme siklus Calvin-Benson dimulai dengan fiksasi CO2 oleh ribulosa difosfat karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat.[22] RuBP merupakan enzim alosetrik yang distimulasi oleh tiga jenis perubahan yang dihasilkan dari pencahayaan kloroplas. Pertama, reaksi dari enzim ini distimulasi oleh peningkatan pH.[22] Jika kloroplas diberi cahaya, ion H+ ditranspor dari stroma ke dalam tilakoid menghasilkan peningkatan pH stroma yang menstimulasi enzim karboksilase, terletak di permukaan luar membran tilakoid.[22] Kedua, reaksi ini distimulasi oleh Mg2+, yang memasuki stroma daun sebagai ion H+, jika kloroplas diberi cahaya.[22] Ketiga, reaksi ini distimulasi oleh NADPH, yang dihasilkan oleh fotosistem I selama pemberian cahaya.[22]
Fiksasi CO2 ini merupakan reaksi gelap yang distimulasi oleh pencahayaan kloroplas.[12] Fikasasi CO2 melewati proses karboksilasi, reduksi, dan regenerasi.[23] Karboksilasi melibatkan penambahan CO2 dan H2O ke RuBP membentuk dua molekul 3-fosfogliserat(3-PGA).[23] Kemudian pada fase reduksi, gugus karboksil dalam 3-PGA direduksi menjadi 1 gugus aldehida dalam 3-fosforgliseradehida (3-Pgaldehida).[23] Reduksi ini tidak terjadi secara langsung, tapi gugus karboksil dari 3-PGA pertama-tama diubah menjadi ester jenis anhidrida asam pada asam 1,3-bifosfogliserat (1,3-bisPGA) dengan penambahan gugus fosfat terakhir dari ATP.[23] ATP ini timbul dari fotofosforilasi dan ADP yang dilepas ketika 1,3-bisPGA terbentuk, yang diubah kembali dengan cepat menjadi ATP oleh reaksi fotofosforilasi tambahan.[23] Bahan pereduksi yang sebenarnya adalah NADPH, yang menyumbang 2 elektron.[23] Secara bersamaan, Pi dilepas dan digunakan kembali untuk mengubah ADP menjadi ATP.[23]
Pada fase regenerasi, yang diregenerasi adalah RuBP yang diperlukan untuk bereaksi dengan CO2 tambahan yang berdifusi secara konstan ke dalam dan melalui stomata.[24] Pada akhir reaksi Calvin, ATP ketiga yang diperlukan bagi tiap molekul CO2 yang ditambat, digunakan untuk mengubah ribulosa-5-fosfat menjadi RuBP, kemudian daur dimulai lagi.[24]
Tiga putaran daur akan menambatkan 3 molekul CO2 dan produk akhirnya adalah 1,3-Pgaldehida.[12] Sebagian digunakan kloroplas untuk membentuk pati, sebagian lainnya dibawa keluar.[12] Sistem ini membuat jumlah total fosfat menjadi konstan di kloroplas, tetapi menyebabkan munculnya triosafosfat di sitosol.[12] Triosa fosfat digunakan sitosol untuk membentuk sukrosa.[12][24]
Faktor penentu laju fotosintesis
Proses fotosintesis dipengaruhi beberapa faktor yaitu faktor yang dapat memengaruhi secara langsung seperti kondisi lingkungan maupun faktor yang tidak memengaruhi secara langsung seperti terganggunya beberapa fungsi organ yang penting bagi proses fotosintesis.[1] Proses fotosintesis sebenarnya peka terhadap beberapa kondisi lingkungan meliputi kehadiran cahaya matahari, suhu lingkungan, konsentrasi karbondioksida (CO2).[1] Faktor lingkungan tersebut dikenal juga sebagai faktor pembatas dan berpengaruh secara langsung bagi laju fotosintesis.[28]
Faktor pembatas tersebut dapat mencegah laju fotosintesis mencapai kondisi optimum meskipun kondisi lain untuk fotosintesis telah ditingkatkan, inilah sebabnya faktor-faktor pembatas tersebut sangat memengaruhi laju fotosintesis yaitu dengan mengendalikan laju optimum fotosintesis.[28] Selain itu, faktor-faktor seperti translokasi karbohidrat, umur daun, serta ketersediaan nutrisi memengaruhi fungsi organ yang penting pada fotosintesis sehingga secara tidak langsung ikut memengaruhi laju fotosintesis.[29]
Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis[29] :
  1. Intensitas cahaya
    Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya.
  2. Konsentrasi karbon dioksida
    Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
  3. Suhu
    Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim.
  4. Kadar air
    Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.
  5. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis)
    Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang.
  6. Tahap pertumbuhan
    Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh.
























BAB V

PENUTUP

·        KESIMPULAN
Beberapa factor yang mempengaruhi proses fotosintesis
1.      Intensitas cahaya
Laju fotosintesis
maksimum ketika banyak cahaya.
2.      Konsentrasi karbon dioksida
Semakin banyak karbon dioksida di
udara, makin banyak jumlah bahan yang dapt digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.
3.      Suhu
Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim.
4.      Kadar air
Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan
stomata menutup, menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.
5.      Kadar fotosintat (hasil fotosintesis)
Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang.
6.      Tahap pertumbuhan
Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak
energi dan makanan untuk tumbuh.

·        SARAN











DAFTAR PUSTAKA
Anwar, A. 1984. Ringkasan Biologi. Ganeca Exact. Bandung.
Dwidjoseputro. 1986. Biologi. Erlangga. Jakarta.
Kimball, J. W. 1993. Biologi Umum. Erlangga. Jakarta.
Kimball, J.W. 2002. Fisiologi Tumbuhan. Erlangga. Jakarta.
Malcome. B. W. 1990. Fisiologi Tanaman. Bumi Aksara. Bandung.
Simbolon, Hubu dkk. 1989. Biologi Jilid 3. Erlangga. Jakarta.
Syamsuri. I. 2000. Biologi. Erlangga. Jakarta.



0 komentar:

Poskan Komentar